Gresik (beritajatim.com)– Sepanjang tahun 2022 keberadaan binatang melata seperti ular di Kabupaten Gresik sangat mengkhawatirkan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) setempat mencatat total ada 199 ular berbagai jenis masuk ke pemukiman warga.
Jumlah ini diprediksi akan meningkat. Pasalnya, baru hari enam hari di awal tahun 2023 kembali ada ular piton masuk ke pemukiman warga. Seperti yang terjadi di Desa Legundi, Kecamatan Driyorejo.
Ular piton sepanjang 6 meter masuk ke rumah Ardi. Saat itu, pemilik rumah mau memberi makan bebek ternaknya. Tiba-tiba ada ular piton melingkar dibawah kandang. Tak ingin dirinya celaka, Ardi melaporkan kejadian ini ke pos Dinas Damkarla Kabupaten Gresik di Driyorejo.
“Ular piton sebanyak 6 meter sudah dievakuasi oleh petugas agar tidak mengganggu aktivitas warga,” ujar Kepala Dinas Damkarla Kabupaten Gresik, AH Sinaga, Jumat (6/01/2023).
Mantan Kepala Dispora Kabupaten Gresik itu menambahkan, dirinya menghimbau kepada warga bila menemukan ular, atau binatang melata lainnya yang dianggap membahayakan agar tidak segan-segan menghubungi 112 panggilan darurat.
“Melalui panggilan darurat itu, petugas yang dihubungi langsung merespon keluhan warga soal adanya binatang ular dan sebagainya,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ular-gresik”]
Sinaga menjelaskan selain 199 ular masuk ke pemukiman warga. Institusinya juga mencatat di tahun 2022. Anggotanya mencatat ada 89 sarang tawon vespa bersarang di rumah warga. Tawon ini sangat berbahaya mengingat sengatannya bisa menyebabkan kelumpuhan serta kematian.
“Sarang tawon vespa yang dievakuasi rata-rata berdekatan dengan pemukiman warga atau di dalam rumah. Banyak laporan yang masuk ke kami adanya sarang tawon vespa,” paparnya.
Terkait dengan maraknya ular masuk ke pemukiman warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Darmawan memperingatkan warga di daerah rawan banjir dan genangan air mewaspadai keberadaan ular. Biasanya di dua tempat itu digunakan sarang ular untuk mencari makan.
“Tetap waspada aja tidak usah kuatir berlebihan. Bila menemukan ular atau binatang berbahaya lainnya segera menghubungi dinas terkait,” pungkasnya. (dny/ted)






