Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati melaunching Area Traffic Control System (ATCS) pengawasan dan observasi perempatan dan pertigaan (Pasopati). Sebanyak delapan titik persimpangan di wilayah Kabupaten Mojokerto telah dilengkapi ATCS untuk membantu mengurai kemacetan hingga melacak pelaku kejahatan.
Sistem ATCS dengan menggunakan 27 CCTV itu terpasang di delapan titik persimpangan. Antara lain, di Simpang Tiga Bundaran Pacet terdapat dua CCTV, Simpang Tiga Ketapanrame Trawas dua CCTV, Simpang Tiga Gondang tujuh CCTV, Simpang Tiga Ubalan Pacet dua CCTV, Simpang Empat Pekukuhan Mojosari empat CCTV.
Simpang Empat Sooko enam CCTV, Taman ganjaran trawas tiga CCTV, dan jalan raya arah Cangar, Batu satu CCTV. Peluncuran perangkat ATCS dipusatkan di Control Room ATCS Pasoepati, Kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKPP) Kabupaten Mojokerto.
[berita-terkait number=”2″ tag=”polres-mojokerto”]
Peluncuran perangkat pengendalian lalu-lintas berbasis teknologi tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto tersebut. Dalam launching ATCS tersebut dihadiri Jajaran Forkopimda Kabupaten Mojokerto, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto dan Perwakilan Kepala OPD terkait.
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan, peresmian ATCS Pasopati tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui DPRKPP untuk melaksanakan pengawasan dan observasi pada pengguna jalan di setiap perempatan dan pertigaan di wilayah Kabupaten Mojokerto.
“Selain itu, ATCS Pasopati juga dimanfaatkan untuk mengurai kemacetan serta melacak pelaku kejahatan. Jaadi ini nanti di perempatan dan pertigaan bisa dilakukan pengawasan dan observasi dengan pengawasan mengunakan CCTV yang bisa bergerak. Dan tentu ini juga bisa dimanfaatkan dari Polres maupun stakeholder yang lain,” ucapnya.
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini berharap, kedepannya sistem ATCS Pasopati ini bisa dikembangkan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Khususnya terkait dengan kenyamanan, keamanan dan ketertiban para pengguna jalan di titik-titik persimpangan di Kabupaten Mojokerto yang diawasi tersebut.
“Intinya semuanya kita upayakan untuk menjamin pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Dan tentu ini adalah pelayanan berbasis teknologi sehingga ini melengkapi dari SPBE yang sedang kita bangun dan kembangkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala DPRKPP Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono menyampaikan, selain untuk mempermudah melakukan pengawasan dan observasi para pengguna jalan, ATCS yang dipasang di jalan persimpangan tersebut juga bisa dimanfaatkan Pemda dan stakeholder lainnya untuk menentukan langkah-langkah strategis dalam mengambil kebijakan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”macet”]
“Karena dari sini kita bisa input data-data yang kemudian kita bisa olah. Dalam CCTV ini kita bisa ambil juga data mulai jenis kendaraan, nopol maupun gender. Dan ini nanti juga bisa menjadi sarana media integrasi kami dengan polri. Sistem ATCS ini juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum melalui live streamingnya,” katanya.
Sehingga, lanjut Rachmat, jika masyarakat ingin ke Pacet bisa melihat langsung lihat live streaming dan itu merupakan real time sesuai kondisi terkini. Selain itu, tambah Rachmat, CCTV tersebut juga telah dilengkapi dengan pengeras suara sehingga bisa menyampaikan himbauan maupun informasi dengan mudah melalui control room.
“Harapannya nanti bisa ditambahkan fitur volume kamera. Kami juga akan nge-link dengan wilayah area provinsi, khususnya di sekitar area Mertek, Mojoanyar sampai Trowulan,” pungkasnya. [tin/suf]







