Malang (beritajatim.com) – Nasib pilu dialami Dhafa Faizal Arifin(7), pelajar kelas 1 di SDN 2 Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Dhafa divonis menderita tumor luring. Akibat penyakit itu, Dhafa tidak bisa bicara selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di SDN setempat.
Untuk meringankan deritanya, Dhafa putra pasangan Budiono dan Elise Widiasari, warga Dusun Sumber Lele RT 30/ RW 03, Desa Gajahrejo ini, mendapat bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 15,5 juta dari PGRI dan Koorwil Dispendik Kecamatan Gedangan.
“Dana sebesar itu kami galang dari seluruh guru PNS, P3K, GTT dan siswa.Tujuannya untuk meringankan beban orang tua Dhafa,” ungkap Kepala Koorwil Dispendik Kecamatan Gedangan Tukiran S.Pd, Rabu (28/12/2022) sore.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tumor”]
Menurut Tukiran, Dhafa terdeteksi Tumor pada bagian pita suaranya sejak ia duduk dibangku Taman Kanak-Kanak (TK). Akibat penyakit tersebut, kondisi keseharian Dhafa selalu sesak nafas.
“Dhafa sudah dua kali menjalani operasi di RSSA Kota Malang. Untuk pembiayaan pada operasi pertama dari dana pribadi. Kemudian ada bantuan dari pihak Dinsos untuk biaya operasi yang kedua kalinya. Untuk dana sebesar yang kami serahkan itu, mungkin untuk biaya operasi berikutnya,” kata Tukiran.
Ia melanjutkan, dari pihak Pemerintah Desa Gajahrejo sendiri berjanji akan segera bersurat kepada Bupati Malang HM. Sanusi untuk memohon bantuan. “Itu juga sebagai bentuk kepedulian Pemdes Gajahrejo dalam turut meringankan beban orang tua Dhafa,” sambung Tukiran.
Sementara itu, Ervan Alimatus Vanggadi, seorang guru Kelas 1 di SDN 2 Gajahrejo menjelaskan, keseharian Dhafa dalam mengikuti mata pelajaran sekolah, selain harus dalam pendampingan ibundanya, untuk melancarkan pernafasannya harus dibantu dengan menggunakan selang oksigen kecil.
“Ketika operasi pertama, untuk mengikuti mata pelajaran kami lakukan dengan cara daring. Semoga ada pihak lain yang peduli, sehingga Dhafa bisa belajar dengan sempurna seperti siswa yang lain,” pungkas Ervan. (yog/kun)






