Mojokerto (beritajatim.com) – Usai keributan di area Stadion Gajahmada di Dusun Kemloko, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto yang menewaskan satu pemuda pada Minggu (25/12/2022) lalu, Polres Mojokerto bergerak cepat. Sedikitnya sembilan orang terduga pelaku sudah diciduk.
Informasi yang diterima beritajatim.com, Satreskrim Polres Mojokerto telah mengamankan sembilan orang terduga pelaku tindak pidana di muka umum secara bersama-sama. Dari sembilan orang terduga pelaku yang diamankan, empat di antaranya masih di bawah umur.
Satreskrim Polres Mojokerto mengidentifikasi para terduga pelaku yang menyebabkan PPIC (19) meninggal dalam kejadian tersebut. Sebanyak sembilan orang terduga pelaku tersebut langsung diamankan ke Mapolres Mojokerto guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Iya, sudah ada yang diamankan. Ada sembilan orang terduga pelaku yang berhasil diamankan,” ungkap sumber beritajatim.com, Selasa (27/12/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”Mojokerto”]
Selain menyebabkan pemuda asal Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto meninggal, dua korban lainnya mengalami luka akibat pengeroyokan. Selain mengamankan sembilan orang terduga pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.
Diantaranya, double stik, martil atau palu, satu unit sepeda motor Honda Beat dan Handphone (HP) sebanyak lima buah. Hingga berita ditulis, Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Gondam Pringgodani belum memberikan keterangan terkait kasus tersebut.
Sebelumnya, aksi keributan di area Stadion Gajahmada Dusun Kemloko, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto berujung maut. Satu pemuda, PIC (18) warga Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto tewas.
Korban yang bermaksud menolong temannya, MF (18) asal Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto ini dikeroyok massa. Ini setelah adanya provokasi yang menuduh korban yang datang ke Stadion Gajahmada bersama tiga temannya adalah kelompok geng (gangster). [tin/beq]






