Ngawi (beritajatim.com) – Hingga 3 hari pasca kejadian mobil Mitsubishi Kuda nopol AE 1693 GA di Jalan Perlintasan langsung (JPL) nomor 15 Jalan Raya Ngawi-Maospati Desa Keras Wetan Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, belum ada perkembangan lebih lanjut dari pihak kepolisian.
Satlantas Polres Ngawi.masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi hingga saat ini. Termasuk, dengan Sujarwoko (30) warga Desa Pesu Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan. Kasat Lantas Polres Ngawi Iptu Achmad Fahmi Adiatma menyebut sampai saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi.
“Sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan. Utamanya pada saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian saat itu,” kata Fahmi pada beritajatim.com, Senin (26/12/2022)
Sejauh ini belum ada temuan lebih lanjut. Belum ada perkembangan terkait penyelidikan dari kecelakaan yang menewaskan tiga orang di dalam mobil Mitsubishi Kuda. Yakni, Gandha Adhitya Anggara (34) warga Kelurahan Selosari Kecamatan/Kabupaten Magetan, Heri Ribut Nuryanto (45) dan putranya AJN (17) waega Desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, Ngawi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kecelakaan-kereta-api”]
Sejauh ini pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) baik di JPL hingga lokasi berhentinya lokomotif kereta api Sancaka Tambahan jurusan Surabaya-Yogyakarta itu usai menabrak mobil. Pihaknya, juga sudah mengamankan bangkai mobil di kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi sebagai barang bukti.
Diketahui, sebuah mobil tertabrak kereta api Sancaka Tambahan jurusan Surabaya Yogyakarta di perlintasan sebidang kereta api Jalan Raya Ngawi-Maospati masuk Desa Keras Wetan Kecamatan Geneng Ngawi Jawa Timur pukul 01.46 WIB dini hari.
Mobil tersebut yakni Mitsubishi Kuda nopol AE 1693 GA yang didalamnya ada 3 orang yakni 2 orang penumpang dan seorang sopir. Ketiga orang tersebut masih belum diketahui identitasnya namun, ketiga orang itu meninggal dunia di lokasi kejadian imbas terjepit bodi mobil yang ringsek tertemper lokomotif KA Sancaka.
Humas PT KAI Daop 7 Madiun Supriyanto membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menerima informasi dari pusat pengendalian KA, bahwa pada pukul 01.46 WIB. KA Sancaka relasi Surabaya Gubeng – Yogyakarta, tertemper kendaraan di perlintasan sebidang KA antara stasiun Magetan – Geneng. Selanjutnya Masinis KA berhenti luar biasa di jalur untuk memeriksa kondisi Lokomotif dan rangkaian KA.
Pukul 02.06 WIB setelah melakukan pemeriksaan, Masinis KA Sancaka meminta Lokomotif penolong, untuk menarik rangkaian. Petugas dari Madiun menyiapkan dan mengirimkan Lokomotif pengganti ke lokasi untuk menarik rangkaian ke stasiun Magetan. Setelah pengecekan di stasiun Magetan, rangkaian KA berangkat kembali dari stasiun Magetan 04.39 WIB. [fiq/suf]







