Malang (beritajatim.com) – Seorang pencuri nekat memasuki sebuah rumah indekos dengan melompat pagar lalu menyekap penghuni kost di Jalan Simpang Sunan Kalijaga, Lowokwaru, Kota Malang pada Sabtu (17/12/2022). Aksi ini direkam oleh penghuni kost lainnya dan viral di media sosial.
Salah satu warga bernama Zain menuturkan berdasarkan cerita dari penghuni kos pelaku memasuki kamar yang paling depan karena saat itu tidak terkunci. Korban seorang perempuan. Disekap bahkan dibenturkan ke tembok. Pelaku meminta korban menyerahkan harta benda miliknya. Aksi pelaku diketahui oleh penghuni indekos lainnya. Pelaku pun panik dan kabur.
“Masuk ruang (kamar) paling depan yang tidak terkunci, kemudian mengikat korban, mengancam menggunakan pisau dan melakukan kekerasan dengan membenturkan tubuh korban ke dinding,” ujar Zain.
“Terus pelakunya berusaha kabur, direkam sama teman-teman si korban sama teriak-teriak. Yang Pak Iing keluar dari rumah melempar sesuatu ke pelaku tapi enggak kena. Yang diambil uang Rp150 ribu, tapi ngincernya laptop,” imbuh Zain.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pencuri”]
Zain mengungkapkan dalam 3 bulan terakhir setidaknya aksi pencurian serupa sudah terjadi 3 kali. Warga menduga pelaku selama ini sering beraksi di kawasan Dinoyo. Ciri-ciri pelaku yakni laki-laki berusia 155 sentimeter, usia sekitar 30 tahun ke atas.
“Pelaku yang kemarin itu dugaannya orang yang sama, sudah 3 kali kesini (daerah sekitar), dalam waktu sekitar 3 bulan, kejadian pertama lolos, kedua gagal, ketiga ya yang kemarin itu, kelihatan itu di CCTV. Teman saya yang tinggal di perumahan lain dekat-dekat sini, tahu video itu ya bilang pelakunya juga pernah ke wilayah teman saya itu,” papar Zain.
Sementara itu, Kapolsek Lowokwaru, Ajun Komisaris PolisibAnton Widodo mengatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menangkap pelaku.
“Sudah olah TKP, begitu ada laporan itu, unit reskrim polsek ke TKP. Korban masih trauma minta waktu untuk bisa datang ke Polsek, tapi kita tetap melakukan penyelidikan. Kondisinya sepi waktu peristiwa itu, jalannya lengah, kemudian kabur pelakunya itu,” tandas Anton. [luc/suf]






