Kediri (beritajatim.com) -Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan agama sebagai dasar dan prinsip untuk menghindarkan perilaku atau pengungkapan ekstrim (radikalisme) guna mencari jalan tengah dalam menyatukan elemen kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa Indonesia. Pemerintah Kota Kediri dalam hal ini Bagian Kesejahteraan Rakyat melaksanakan Refleksi Kepemudaan dengan tema
“Moderasi Beragama Sebagai Pemersatu Bangsa dan Membangun Kemandirian Pemuda”, Kamis (15/12/2022), bertempat disalah satu hotel Kediri.

[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-kediri”]”Kegiatan ini merupakan salah satu program dari Bagian Kesra yakni Kepemudaan bidang keagamaan Yakni Kampung Moderasi yang ada dimasing-masing Kecamatan yakni Kecamatan Mojoroto Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Kota Kelurahan Pakelan, Kecamatan Pesantren Kelurahan Burengan. Diharapkan para pemuda dari berbagai unsur dapat menyelesaikan permasalahan disetiap masing-masing Kelurahan”.

Sementara itu Walikota Kediri Abdullah Abu bakar dalam tayangan vidio berpesan agar seluruh masyarakat Kota Kediri dapat hidup berdampingan dan dapat menerima perbedaan dilingkungan sekitar. Walikota Kediri akrab disapa Mas Abu tersebut juga berharap, para pemuda Kota Kediri terus menjaga nasionalisme dan toleransi.







