Bojonegoro (beritajatim.com) – Warga Desa Kebonagung Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro mengaku mengetahui lagi buaya yang ada di Sungai Bengawan Solo muncul ke permukaan. Buaya yang muncul kali ini ditengarai lebih besar dibanding yang muncul kemarin sore.
Kepala Dusun Kebonagung, Kecamatan Padangan, Agus Ronijaya (59) membenarkan kemunculan buaya ke tepi sungai. Buaya itu diketahui warga muncul sekitar pukul 14.30 WIB. Kemunculan ini kali kedua setelah kemarin juga diketahui seekor buaya sedang berjemur di tepi sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.
“Mulai seminggu terakhir ini warga sering mengetahui buaya muncul ke permukaan,” ujarnya, Senin (12/12/2022) petang.
Kemungkinan, lanjut dia, munculnya buaya tersebut dikarenakan adanya kandang kambing dibelakang rumah warga yang berjarak kurang lebih 5 hingga 10 meter dari Bengawan. Pasalnya, beberapa kali muncul juga di tempat yang sama. “Seringnya muncul di belakang rumah warga, yang memiliki kandang kambing,” lanjut Agus.
Merespon sering munculnya buaya dua hari terakhir di Sungai Bengawan Solo turut RT 07 RW 03 Desa Kebonagung Kecamatan Padangan itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro Ahmad Gunawan mengimbau agar masyarakat segera melapor ke petugas jika mengetahui buaya tersebut naik ke permukaan.
“Buaya adalah hewan yang habitatnya di air. Sehingga apabila ada buaya terlihat di sungai, maka memang tempat itulah habitatnya. Selain itu, menyikapi kemunculan buaya dua hari terakhir ini, pihaknya meminta agar tidak gegabah dalam mengambil sikap,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”buaya-di-bengawan-solo”]
Sebagai tindaklanjut, personel Damkar juga telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa habitat buaya memang berada di air. Namun, jika diketahui buaya tersebut menampakkan diri kembali, maka tindakan yang bisa diambil adalah melakukan pengamatan dalam jarak pandang yang cukup. “Apabila teridentifikasi buaya naik ke daratan, maka selanjutnya akan dilakukan upaya penangkapan dan evakuasi,” jelasnya.
Masyarakat juga diminta apabila melihat keberadaan buaya di sungai atau di tepi sungai, agar tidak melakukan gangguan dan penghalauan yang berpotensi hilangnya jejak dan tidak terpantaunya keberadaannya. “Pada kesempatan pertama besok, Damkar akan melaporkan hal ini kepada BKSDA untuk bantuan pengamatan dan saran tindak lanjut berikutnya,” pungkasnya. [lus/ted]






