Ponorogo (beritajatim.com) – Jajaran Polres Ponorogo menghancurkan puluhan knalpot brong. Puluhan knalpot brong yang dihancurkan itu, merupakan hasil razia yang dilakukan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ponorogo pada awal bulan Desember lalu. Sedikitnya ada 40 knalpot brong hasil razia, dihancurkan di halaman Mapolres Ponorogo, dengan digerinda menjadi beberapa bagian. Sehingga otomatis knalpot brong itu, sudah tidak bisa digunakan lagi.
“Knalpot brong yang dihancurkan ini, merupakan hasil razia awal bulan ini, di sejumlah titik jalan di Kabupaten Ponorogo,” kata Kasat lantas Polres Ponorogo, AKP AKP Affan Priyo Wicaksono, ditulis Senin (12/12/2022).
Affan menyebut bahwa razia balap liar terutama yang menggunakan knalpot brong akan terus dilakukan oleh jajarannya. Dia ingin saat perayaan natal dan tahun baru (nataru) nanti, Kabupaten Ponorogo zero suara bising dari knalpot brong. Sehingga pihaknya akan menindak tegas, masyarakat ataupun pengguna jalan yang melakukan balap liar atau menggunakan knalpot brong. Dia ingin memberikan rasa aman dan kenyamanan untuk masyarakat dalam perayaan nataru.
“Saya harap masyarakat tidak menggunakan knalpot brong, biar perayaan nataru bisa aman, nyaman dan lancar,” ungkap mantan pemain voli nasional tersebut.
Seperti sebelum-sebelumnya, pengguna knalpot brong yang terkena razia, mayoritas masih berusia pelajar. Yakni sebanyak 30 orang berusia kisaran 12-15 tahun, kemudian usia antara 17-20 tahun sebanyak 30 orang. Masyarakat yang berusia lebih 30 tahun keatas cenderung sedikit.
“Yang sepedanya menggunakan knalpot brong kebanyakan masih di bawah umur atau masih pelajar,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”polres-ponorogo”]
Selain melakukan penindakan, Affan menyebut pihaknya juga melakukan upaya-upaya preventif. Salah satunya dengan lebih inten untuk melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah. Hal itu dilakukan untuk mengedukasi para siswa dalam berlalu lintas. Untuk segera realisasikan itu, Satlantas Polres Ponorogo melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo.
“Kita ingin pihak sekolah maupun guru turut berperan aktif dalam melakukan pengawasan di sekolah. Kita berharap mereka juga tidak membiarkan para siswa untuk menggunakan knalpot,” pungkasnya. [end/but]






