David Susilo, Direktur Event Jember Fashion Carnaval (JFC), akhirnya menyelesaikan masa studi doktoralnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (8/12/2022). Setelah tujuh tahun menempuh masa studi, sidang terbuka ujian doktoralnya berbeda dari yang lain.
David tak hanya mempersiapkan diri menghadapi pertanyaan para penguji, namun juga menyiapkan pertunjukan tiga talenta model JFC. Layaknya berkarnaval, seorang pria dan dua perempuan muda berlenggak-lenggok dengan kostum lengkap bertema Garuda, Watu Ulo, dan Majapahit di ruang ujian usai sidang selesai.
David mengatakan, ide menampilkan tiga talenta itu tak lepas dari disertasinya yang bertema imaji kota dan JFC. “Jember Fashion Carnaval adalah sebuah pagelaran tahunan dalam ajang seni karnaval tata busana terbesar di Indonesia yang diadakan di Kabupaten Jember, melibatkan ratusan model yang berjalan di pusat kota sepanjang 3,5 kilometer,” katanya.
Kenapa ditampilkan saat ujian disertasi? “Saya mencoba mengolaborasikan sisi ilmiah dan kreativitas entertainment. Bagaimana dua sisi itu dalam event formal bisa dijadikan satu. Ini ada kaitannya dengan judul disertasi yang kami sampaikan,” kata David.
Semula David bahkan berniat memakai kostum sederhana JFC saat berdiri di podium. Namun idenya ini tak berjalan mulus. Ada pro dan kontra di antara para dosen penguji David. Sebagian menolak dengan alasan sidang ujian disertasi adalah ruang akademis dan ilmiah yang sakral. Sementara yang lainnya menerima, dengan alasan pertunjukan tersebut dilakukan setelah ujian selesai.
Pemungutan suara dilakukan. Lima orang mendukung, empat orang menolak. Akhirnya, David diizinkan menampilkan tiga talenta JFC. Namun dia dilarang mengenakan pakaian JFC dalam ujian. “Ada pesan dari para pembimbing agar dalam posisi ini saya benar-benar berdiri sebagai seorang intelektual yang menjunjung tinggi obyektivitas keilmuan, dan bukan sebagai orang JFC,” kata David. [wir/kun]






