Lamongan (beritajatim.com) – Lamongan memiliki beragam kuliner yang khas dan mampu memanjakan lidah penikmatnya. Salah satu kuliner itu yakni nasi pecel pincuk daun jati legendaris yang berada di wilayah Kecamatan Modo, tepatnya di tepi jalan raya Modo.
Warung pecel bernama ‘Laris Manis’ ini layak dikatakan legendaris lantaran sudah berdiri sejak 40 tahun lalu. Warung pecel pincuk daun jati milik Mak Muafah ini juga telah memiliki banyak pelanggan dari berbagai daerah. Wajar jika tiap kali ingin merasakan pecel ini, para pengunjung harus rela mengantre.
“Saya jualan nasi pecel pincuk daun jati ini sudah 40 tahun, sejak tahun 1984,” ujar Mak Muafah saat diwawancarai, Sabtu (10/12/2022).
Mak Muafah menjelaskan, meski sekilas nasi pecel buatannya tampak sama dengan nasi pecel pada umumnya, namun yang membuatnya menarik adalah penyajian nasi pecel ini tidak menggunakan pincuk dari daun pisang, tapi pincuk dari daun jati.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kuliner-lamongan”]
Beraneka ragam sayur seperti kemangi, irisan mentimun dan rempeyek pun melengkapi sajian nasi pecel ini. Bahkan, aroma khas dari daun jati tersebut membuat nasi pecel ini semakin menggugah selera para penikmatnya. Dijamin, siapapun yang mencicipinya bakal ketagihan.
“Mengapa menjual nasi pecel pincuk bungkus daun jati, ya karena di daerah saya ini banyak pohon jati yang jarang dimanfaatkan. Selain itu, para pelanggan juga banyak yang suka, kata mereka lebih sedap dan lezat,” terangnya.
Hingga kini, Mak Muafah mengaku, warung nasi pecelnya selalu ramai digandrungi para pemburu kuliner. Setiap hari, ia menyebut, harus menghabiskan sedikitnya 25 kilogram beras untuk melayani para pengunjungnya. “Dalam sehari saya bisa habis 25 kilogram beras atau 200-an bungkus nasi pecel. Untuk harga tergantung lauknya, mulai dari Rp 6 ribu hingga Rp 15 ribu,” bebernya.
Sementara itu, salah satu pelanggan nasi pecel pincuk daun jati bernama Ardiyanto mengaku, dirinya rela datang dari kecamatan lain hanya untuk bisa menikmati nasi pecel di warung milik Mak Muafah tersebut.

Ardi mengungkapkan, ia bahkan sering mampir di warung Mak Muafah. Menurutnya, terasa masih ada yang kurang apabila melintas di Kecamatan Modo tapi tak mampir untuk menyantap nasi pecel pincuk daun jati itu. “Makan nasi pecel sudah biasa, tapi makan nasi pecel pincuk daun jati di sini sangat luar biasa, rasanya nendang banget. Sangat nikmat dan pas dengan pedasnya,” ungkap Ardi.
Hal senada juga diakui oleh pelanggan lainnya bernama Yanti. Ia berkata, Nasi pecel pincuk daun jati yang khas dari Modo ini memiliki aroma dan rasa yang lain dari nasi pecel pada umumnya.
Tak hanya itu, Yanti menuturkan, nasi pecel yang memiliki perpaduan yang cocok antara bumbu pecel dengan aroma sedapnya daun jati ini juga sangat ramah di kantong. Ia mengaku, kerap datang di warung Mak Muafah ini dengan teman-teman dan keluarganya.
“Nasi pecel pincuk daun jati ini murah meriah dan nikmat rasanya. Kita juga bisa memilih aneka lauk yang tersedia, mulai dari telur dadar hingga ayam dan jeroan. Rasanya bikin ketagihan dan ingin datang lagi ke warung ini,” tandasnya. [riq/suf]






