Surabaya (beritajatim.com) – Libur akhir tahun sebentar lagi tiba, biasanya masyarakat mulai merencanakan untuk melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman atau ke tempat liburan.
Saat melakukan perjalanan tersebut, Islam menganjurkan untuk berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk kemudahan saat melakukan perjalanan. Bahkan, ada riwayat yang menyebutkan bahwa perjalanan merupakan setengah dari siksa. Hal ini disebabkan karena pada zaman itu, terdapat potensi kesulitan dan kendala seperti cuaca panas atau dingin, ketersediaan perbekalan di jalan, ancaman binatang buas dan ancaman begal.
Meski begitu, pada zaman ini pun ada berbagai kendala yang bisa ditemui saat dalam perjalanan. Oleh karena itu Islam menganjurkan untuk berdoa kepada Allah agar tidak menemukan kesulitan yang berarti dalam perjalanan yang akan ditempuh.
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
Dikutip dari laman NU Online, berikut ini adalah doa kemudahan perjalanan yang berasal dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang dapat dibaca ketika menempuh perjalanan:
اَللَّهُمَّ بِكَ أَسْتَعِيْنُ، وَعَلَيْكَ أَتَوَكَّلُ، اَللَّهُمَّ ذَلِّلْ لِي صُعُوْبَةَ أَمْرِيْ، وَسَهِّلْ عَلَيَّ مَشَقَّةَ سَفَرِيْ، وَارْزُقْنِيْ مِنَ الخَيْرِ أَكْثَرَ مِمَّا أَطْلُبُ، وَاصْرِفْ عَنِّي كُلَّ شَرٍّ، رَبِّ اشْرَحْ لِيِ صَدْرِيْ، وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ
Allāhumma bika asta‘īnu, wa ‘alaika atawakkalu. Allāhumma żallil lī ṣu‘ūbata amrī, wa sahhil ‘alayya masyaqqata safarī, warzuqnī minal khairi mim mā aṭlubu, waṣrif ‘annī kulla ṣyarr, rabbiṣraḥlī ṣadrī wa yassir lī amrī.
Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku memohon pertolongan dan kepada-Mu aku berpasrah. Ya Allah, ringankan kesulitan pada urusanku, mudahkanlah kendala perjalananku, karuniakanlah kebaikan bagiku melebihi apa yang kuminta, palingkanlah segala keburukan dariku. Tuhanku, lapangkanlah hatiku dan mudahkanlah urusanku.”
Dalam sebuah hadis disebutkan juga bahwa doa orang yang melakukan perjalanan merupakan doa mustajab yang tidak diragukan.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada tiga doa mustajabah yang tidak disangsikan lagi: doa orang teraniaya, doa orang beperjalanan, dan doa orang tua untuk anaknya,” (HR Abu Dawud, At-Tirmiżi, dan Ibnu Majah).
Demikian doa kemudahan dalam perjalanan yang bisa dibaca oleh umat Muslim. (nap)






