Magetan (beritajatim.com) – Hingga tiga hari usai kecelakaan maut bus pariwisata milik PT Semeru Putra Transindo, polisi masih belum menyimpulkan penyebabnya.
Bus tersebut celaka lantaran terjun ke jurang sedalam 30 meter saat hendak mengantar rombongan wisata asal Kelurahan Manyaran, Semarang Barat, Kota Semarang Jawa Tengah ke Telaga Sarangan pada Minggu (4/12/2022) pukul 11.00 WIB.
Ada sederet fakta dalam kejadian kecelakaan tersebut, beritajatim.com merangkumnya sebagai berikut.
Sopir Bus Diduga “Pocokan” atau Bukan Seharusnya
Salah satu warga sekaligus penumpang bus pariwisata yang celaka di jurang Plaosan, Magetan, Bambang, mendengar kabar jika Muhammad Barliyan (52), warga Kemijen Semarang Timur bukan sopir yang direncanakan mengemudikan bus bernopol H 1470 AG itu.
Ada orang lain yang disiapkan, namun dia tak tahu apa yang menyebabkan Muhammad Barliyan yang mengemudikan bus.
Sempat Serempet Phanter di Karanganyar dan Berhenti Beberapa Kali Masalah Rem
Aulia Ruswidiarti salah satu penumpang mengatakan jika sebelum memasuki kawasan Magetan, bus yang dia tumpangi sempat menyerempet mobil hingga lecet.
Bus juga sempat berhenti beberapa kali, namun dia tak tahu pasti apa masalahnya. Hingga akhirnya mereka pun celaka di tikungan Lawu Green Forest.
Sopir Teriak Rem Blong sebelum Bus Terjun ke Jurang
Masih cerita Aulia, sopir bus sempat berteriak rem blong sesaat setelah menyalip sebuah bus. Tepatnya di kawasan dekat tikungan LGF, sopir sudah berteriak rem blong dan kemudian bus terjun ke jurang sedalam 30 meter.
Pengguna Jalan Tak Mendengar Mesin Bus Menyala Sesaat Sebelum Masuk Jurang
Salah satu pengguna jalan asal Sragen yakni Suwoto mengaku tak mendengar suara bus ketika melaju dari arah Tawangmangu menuju Sarangan tepatnya di turunan dekat LGF. Dia hanya melihat bus melaju kencang namun tak mendengar suara mesinnya. Tak lama kemudian bus sudah terjun ke jurang.
Polisi Tak Temukan Bekas Pengereman di Turunan sebelum Tikungan LGF
Unit Traffic Accident Analysis (TAA) Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Timur sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara dari hasil temuan tak ada bekas tanda pengereman.
Itulah sederet fakta kecelakaan yang mengakibatkan 7 orang meninggal dunia dan 31 orang luka-luka itu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bus-pariwisata-masuk-jurang-plaosan”]
Diketahui, sebuah bus pariwisata mengangkut 55 orang terjun ke jurang di pinggir jalan Raya Sarangan-Tawangmangu atau jalan tembus Cemoro Sewu-Sarangan tepatnya di atas Wisata Lawu Green Forest (LGF) Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Minggu (4/12/2022) pukul 11.00 WIB.
Bus bernopol H 1470 AG itu terjun ke jurang sedalam 30 meter usai menghantam guardrail atau pembatas jalan hingga rusak. Total ada 7 orang meninggal dunia termasuk sang pengemudi bus. Jenazah sudah dipulangkan ke Kota Semarang pada Minggu (4/13/2022) pukul 19.30 WIB. Kemudian, 31 korban dinyatakan luka-luka.
Semua korban luka sudah diantar untuk sebagian pulang dan dialih rawat di RSUD Wongsonegoro Semarang, pada Senin (5/12/2022) pukul 14.12. WIB.
Polisi telah melakukan olah TKP dan menerjunkan traffic accident analysis (TAA) guna mengumpulkan data sebelum, saat, dan sesudah kecelakaan. [fiq/beq]






