Surabaya (beritajatim.com) – Salah satu alat yang banyak digunakan untuk menemani hari-hari adalah Earphone. Bagi sebagian orang wajib membawa earphone oleh masyarakat di masa sekarang. Jika kita perhatikan pada berbagai tempat publik, ada orang-orang yang duduk atau berjalan menggunakan earphone di telinga.
Ada berbagai motif menggunakan earphone secara beragam. Sebagian ada yang menggunakan untuk paparan meeting, mendengarkan musik, bertelepon, dan nonton film. Hanya saja yang jelas, earphone digunakan untuk mengurangi kebisingan sekitar. Selain itu, ketika menggunakan earphone membantu lebih fokus menyendiri walaupun keadaan lingkungan dengan riuh.
Hanya saja, penggunaan earphone bukan tidak memberikan dampak buruk. Dalam sebuah penelitian di Jurnal BMJ Global Health menyampaikan jika hampir satu miliar orang berusia muda terancam mengalami gangguan pendengaran.
Dari perkiraan mereka sekitar 0,67 hingga 1,35 miliar orang berusia 12-34 tahun di seluruh dunia terlibat dalam praktik mendengarkan yang tidak aman hingga terancam mengalami gangguan pendengaran.
Dampak buruk dari earphone berasal dari cara menggunakannya seperti volume terlalu tinggi. Volume dan paparan yang tinggi dapat berbahaya pada sel dan struktur sensor sehingga telinga bermasalah. Jika masalah berlangsung terlalu lama berdampak pada sel. Selain itu, struktur sensor yang dapat rusak secara permanen berakibat pada gangguan pendengaran di salah satu telinga.
Penelitian yang dilakukan dengan meta-analisis artikel mengenai praktik mendengarkan tidak aman terbit dari 2000 hingga 2021. Praktek mendengarkan tidak aman dapat dilacak dari penggunaan earphone dan kehadiran di tempat-tempat hiburan seperti konser musik, bar, cafe, identik dengan suara ‘menggelegar’. Hal ini berpotensi untuk mengganggu pendengaran.
Berdasarkan dari Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat, batas tingkat kebisingan aman berada pada sekitar 85 desibel selama 40 jam seminggu. Desibel berarti satuan untuk mengukur intensitas suara. Maka dari itu, saat kita mendengarkan 2,5 jam dalam sehari atau setara dengan 92 desibel. Dalam studi terungkap kebiasaan masyarakat menggunakan earphone dengan volume antara 105 hingga 112 desibel. (PRD/ian)






