Surabaya (beritajatim.com) – Sejarah mencatat ada berbagai bencana alam yang pernah melanda tanah air. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hal ini disebabkan karena lokasi Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik.
Situasi tersebut menimbulkan potensi bencana alam seperti gunung berapi, tsunami, banjir, dan tanah longsor. Bencana tersebut bahkan memakan korban dan menjadi perhatian oleh negara-negara lain.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut 7 bencana terbesar di Indonesia yang pernah terjadi sejak tahun 2004 :
1. Gempa dan Tsunami Aceh (2004)
Gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 lalu, tepatnya pada pukul 07:58:53 WIB merupakan salah satu bencana alam yang terbesar di Indonesia. Bahkan, gempa tersebut disebut sebagi gempa terbesar ke-5 yang pernah terjadi dalam sejarah.
Setelah gempa tersebut, kemudian timbul gelombang tsunami setinggi 30 meter yang menggempur sebagian besar wilayah di Banda Aceh.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bencana”]
Dalam peristiwa ini, total ada 15 negara yang terkena dampaknya. Kelima belas negara itu adalah Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand, Somalia, Myanmar, Maladewa, Malaysia, Tanzania, Seychelles, Bangladesh, Afrika Selatan, Yaman, Kenya, dan Madagaskar.
Indonesia merupakan negara yang dampaknya paling parah selain Sri Lanka, India, dan Thailand. Berdasarkan data Bank Dunia, ada 169.000 jiwa korban meninggal dari Indonesia, sementara total keseluruhan korban mencapai 230.000 jiwa di negara-negara terdampak.
2. Gempa Yogyakarta (2006)
Gempa bum berkekuatan 5,9 SR mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya pada 27 Mei 2006, tepat di pagi hari pukul 05.53 WIB. Orang-orang banyak yang masih dalam kondisi terlelap sehingga banyak yang terjebak di dalam rumah yang roboh.
Lebih dari 5.800 orang meninggal dan 20.000 lainnya terluka. Pada kejadian itu, ada banyak bangunan dan infrastruktur yang hancur. Bahkan, hal tersebut juga berdampak pada Candi Prambanan.
Gempa Yogyakarta diyakini menjadi gempa terbesar kedua di Indonesia setelah peristiwa yang menimpa aceh di tahun 2004. Akibat dari peristiwa gempa 2006, Yogyakarta mulai meningkatkan migasi bencana.
3. Gempa Sumatera Barat (2009)
Bencana alam juga pernah terjadi di Sumatera Barat pada 30 September 2009. Gempa bumi berkekuatan 7,6 SR ini berada di lepas pantai 17:16:10 WIB dengan kedalaman 87 km, di sekitar 50 km barat laut kota Padang.
Hal tersebut mengakibatkan kerusakan di banyak wilayah, seperti Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Agam, Kota Solok, dan Kabupaten Pasaman Barat. Gempa tersebut bahkan dirasakan oleh negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.
Berdasarkan data pemerintah daerah Sumatera Barat, korban jiwa yang ditimbulkan sekitar 1.115 orang tewas, 2.32 terluka, dan 279.000 bangunan mengalami kerusakan.
Pada musibah tersebut, banyak negara luar yang membantu Indonesia seperti Australia, China, Uni Eropa, Hongkong, Jepang Malaysia, Korea Selatan, Qatar, Thailand, Taiwan, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat.
4. Letusan Gunung Merapi (2010)
Pada 5 November 2010, gunung Merapi mengalami erupsi. Debu vulkaniknya tidak hanya menutupi wilayah Yogyakarta, tapi juga sampai ke sejumlah wilayah di Jawa Barat.
BNPB menyatakan bahwa jumlah korban tewas Merapi mencapai 275 orang, termasuk sang juru kunci, Mbah Maridjan alias Ki Surakso Hargo yang ditemukan tewas akibat terjangan awan panas di rumahnya. Peristiwa meletusnya gunung merapi sontak menjadi sorotan media internasional, di antaranya Inggris, Jerman, Prancis, dan Singapura.
5. Letusan Gunung Kelud (2014)
Gunung Kelud di Jawa Timur meletus pada 13 Februari 2014 pada malam hari. Akibatnya, abu vulkaniknya menyelimuti langit di sejumlah kota. Dampak dari abu tersebut, kota menjadi gelap dan menyebabkan jalanan licin sehingga melumpuhkan aktivitas di sejumlah kota.
Berdasarkan laporan BNPB, ada 4 orang yang tewas akibat letusan tersebut. Peristiwa tersebut juga sempat menjadi sorotan sejumlah media massa di negara luar.
6. Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi di Palu dan Donggala (2018)
Gempa berkekuatan 7,4 SR dengan kedalaman 10 km juga pernah terjadi di Sulawesi tengah Kabupaten Donggala dan Kota Palu pada 28 September 2018.
Selang lima menit kemudian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tsunami. Namun, gelombang tsunami setinggi enam meter telanjur menyapu Kota Palu sebelum warga sempat melarikan diri ke daratan tinggi.
Selain tsunami dan gempa, bencana likuifasi juga terjadi, membuat tanah melarut dan membawa apa pun yang berada di atasnya untuk mengalir. BBC menyebut bahwa jumlah korban tewas mencapai 2.045 orang.
Sejumlah negara luar juga memberikan bantuan kepada Indonesia, di antaranya yaitu Inggris, Amerika, Australia, dan Selandia Baru
yang memberikan total bantuan USD20,8 juta dalam bentuk uang maupun barang.
7. Gempa Cianjur (2022)
Gempa di Kabupaten Cianjur berkekuatan M 5,6 terjadi pada Senin, 21 November 2022 sekitar pukul 13.21 WIB. Berdasarkan BMKG, gempa tersebut berlokasi di 6.84 LS, 107.05 BT (10 km Barat Daya Kab -Cianjur – Jabar) dengan kedalaman 10 Km.
Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat korban meninggal dunia akibat gempa tersebut bertambah menjadi 334 pada Sabtu (3/12). Sementara itu, delapan orang masih dalam pencarian yang diperpanjang hingga Selasa (6/12/2022).
Sampai hari ke-13 pasca gempa yang mengguncang Cianjur, Pemkab Cianjur mencatat ada 104 ribu warga mengungsi di 224 posko pengungsian terpusat dan mandiri. Selain itu, sebanyak 17.864 rumah rusak hingga puluhan fasilitas umum seperti perkantoran, sekolah dan tempat ibadah juga rusak. (nap)






