Gresik (beritajatim.com) – Pekerjaan konstruksi koneksi jaringan pipa air milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik terus dipercepat. Pasalnya, proyek pipanisasi tersebut harus selesai pada akhir tahun ini.
Di lapangan, proyek pipanisasi itu terlihat masih banyak titik yang dikerjakan. Di sepanjang Jalan Wahidin Sudirohusodo depan Masjid Agung hingga Bunder, alag berat masih terlihat. Namun, di beberapa titik pekerjaan terlihat sudah selesai.
Pipanisasi itu menggunakan sistem galian di sisi utara jalan. Hanya saja di beberapa titik terlihat pos-pos perkerjaan yang menggunakan alat berat.
“Saat ini progres sudah 67 persen dari rencana 60 persen. Artinya ada deviasi 6 persen,” ujar Kepala Dinas Cipta Karya Pemukiman dan Perumahan (DCKPKP) Gresik, Ida Lailatul Sa’diyah, Jumat (2/12/2022).
Nantinya, pipanisasi itu menghubungkan wilayah yang belum teraliri PDAM melalui reservoir. Sebetulnya, pipanisasi dengan arah ke Masjid Agung ini merupakan tahap kedua, sebelumnya pekerja telah menyelesaikan pipanisasi arah Desa Kedanyang.
“Pekerjaan itu akan selesai pada akhir tahun ini. Pipa sepanjang 25,9 kilometer bakal menyambungkan dari arah kota ke titik reservoir Bunder. Pekerjaan koneksi antar jaringan ini menggunakan anggaran dari APBN melalui dana alokasi khusus (DAK) dengan nilai Rp 33 miliar,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pdam-gresik”]
Sedangkan APBD lanjut dia, digunakan untuk pembangunan reservoir Bunder senilai Rp 6 miliar. Dua sumber anggaran ini akan lebih mengkoneksikan jaringan pipa air di wilayah perkotaan.
Nantinya tambah Ida, reservoir itu akan menampung air dari rumah pompa di Cerme dan Giri. Suplai air dari kedua tempat itu ditampung di reservoir bunder untuk dialirkan ke tiga titik. Yakni, aliran ke Duduksampeyan dan Manyar akan menggunakan existing.
“Satu titik akan dialirkan ke wilayah perkotaan. Setelah ini, nanti dua sumber air bisa dimanfaatkan untuk memperluas pelayanan air bersih,” pungkas Ida. (dny/ted)






