Pamekasan (beritajatim.com) – Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi angkat suara seputar rencana PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai regulator BRI Liga 1, yang berencana kembali melanjutkan kompetisi.
Bahkan pria yang akrab disapa AQ, juga meminta PT LIB agar segera meyakinkan pemerintah sebelum mewacanakan rencana kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air kembali digulirkan.
“Jangan hanya wacana agenda kompetisi, silahkan yakinkan pemerintah (kepolisian) melalui loby-loby yang aktif, baru putuskan jadwal dan rencanakan semuanya,” kata AQ, dikutip dari salah satu jejaring media sosial (medsos) pribadinya, Senin (28/11/2022).
Bahkan dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga meminta agar kompetisi digelar dengan penerapan sistem normal atau kandang tandang. “Ajukan izin kepada pemerintah dengan sistem komputer normal, namun jika tidak peda ajukan dengan dengan sistem bubble, tapi lanjutkan sampai selesai kompetisi,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”madura-united”]
“Kami yakin pemerintah memberi izin (kompetisi digulirkan), dan pemerintah juga lebih senang kompetisi normal (dengan penonton atau format kandang tandang). Tugas PT LIB meyakinkan itu semua,” jelasnya.
Bahkan pihaknya juga meminta agar kompetisi memiliki ruang dan kondisi yang sama, serta tidak ada perubahan peraturan di tengah kompetisi berjalan yang dapat memunculkan polemik dan memicu beragam perdebatan.
“Jika (menerapkan) sistem bubble, lakukan saja sampai kompetisi selesai. Karena jika gonta-ganti sistem, tidak akan adil. Misalnya putaran pertama Persib versus Persija menerapkan format bubble, putaran kedua digelar normal. Ini tidak adil bagi Persib dan tidak nyaman bagi Persija,” pungkasnya. [pin/ted]






