Surabaya (beritajatim.com) – PT Permodalan Nasional Madani (PNM), anak usaha BRI yang berbisnis di bidang pembiayaan mikro, menggelar pendampingan dan pelatihan untuk nasabahnya. Melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) lewat “Klasterisasi Olahan Kerupuk Ikan”, para nasabah mendapatkan pelatihan khusus.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Kedung Cowek Surabaya ini dihadiri sebanyak 50 nasabah perempuan pra sejahtera.
Diharapkan pelatihan ini bisa memberikan ide diversifikasi usaha di bidang olahan kerupuk ikan. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga dan dapat meningkatkan kualitas produksi usahanya dan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Hingga memberikan pelatihan yang bersifat pendampingan antar PNM dengan nasabah yang tujuannya mendorong para nasabah PNM agar dapat meningkatkan pengetahuan dan informasi nasabahnya.
“Dengan adanya kegiatan ini semoga dapat memberikan manfaat langsung kepada nasabah atau pelaku usaha UMKM disini, saya percaya dan makin yakin dengan usaha yang ibu-ibu sedang jalani mampu menghidupi keluarganya”, ujar Irfan Ardianto, Pemimpin Cabang Surabaya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”PNM”]
Nasabah tak hanya diajari membuat kerupuk ikan dan olahan kerupuk ikan saja. Tetapi juga diajarkan cara menghitung biaya produksi dengan baik dan benar. Agar nantinya pelaku UMKM yang melakukan bisnis dapat menghitung dengan baik berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk produksi dan berapa yang akan ia dapat sebagai keuntungan.
Tidak sampai disitu, sesuai dengan kemajuan teknologi sekarang, nasabah PNM diajak untuk melek teknologi dengan cara berjualan di media sosial.
Fahmi Tibyan sebagai narasumber menjelaskan manfaat yang didapat melalui penjualan secara online, di antaranya barang dagangnya dapat dikenal masyarakat luas dan menambah jejaring antar pelaku usaha.
Ketika ditanya tentang kinerja, hingga 24 November 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp153,60 triliun kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 13,15 juta nasabah.
Saat ini PNM memiliki 3.509 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 422 Kabupaten/Kota, dan 5.640 Kecamatan.[rea]






