Blitar (beritajatim.com) – Pasca berunjuk rasa di depan Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN), puluhan Atlet Kabupaten Blitar yang bertanding di ajang Porprov Jatim akhirnya ditemui oleh Ketua KONI Kabupaten Blitar Toni Andreas.
Dalam pertemuan tersebut, Toni menerima semua tuntutan dari para atlet. Tetapi, pihaknya belum bisa memberikan kepastian kapan bonus atlet itu dicairkan.
Menurut Toni, sejauh ini KONI masih akan melakukan rapat pembahasan terkait mekanisme pendanaan untuk bonus atlet. Sebab masih ada perbedaan antara angka yang diajukan KONI dengan ketentuan bonus atlet yang ditetapkan oleh Pemkab Blitar.
KONI sendiri mengajukan penganggaran untuk bonus atlet sejumlah Rp1,5 miliar. Tetapi, Pemkab Blitar hanya menyetujui Rp145,7 juta saja.
“Kemarin saya koordinasi dengan seluruh kab dan kota se Jatim kisarannya Rp30 Juta untuk emas namun kalau OPD kan ada Perbup yang tentunya akan membatasi pengeluaran anggaran” kata Toni.
Rencananya pembahasan terkait mekanisme pendanaan untuk bonus atlet Porprov Jatim asal Kabupaten Blitar itu baru akan digelar pada hari Senin besok. KONI berharap angka yang diajukan senilai Rp1,5 miliar disetujui Pemkab Blitar.
“Soal pencarian gampang sekarang soal mekanisme dulu kita berharap angka Rp1,5 miliar itu oke baru kita cairkan” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Disparbudpora Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso menjelaskan duduk permasalahan soal bonus atlet yang hingga kini belum cair tersebut. Menurutnya dari awal KONI dan Disparbudpora Kabupaten Blitar telah sepakat untuk mengajukan anggaran untuk bonus atlet Porprov senilai Rp1,5 miliar kepada tim anggaran Pemkab Blitar pada tanggal 18 Agustus 2022 lalu.
Setelah jumlah anggaran itu diajukan, tim anggaran Kabupaten Blitar pun memutuskan bonus atlet di ajang Porprov ikut menempel dengan Disparbudpora melalui dana PAK.
[berita-terkait number=”5″ tag=”blitar”]
Keputusan itupun harus diikuti oleh Disparbudpora Kabupaten Blitar sesuai dengan Peraturan Bupati Kabupaten Blitar. Di mana angka untuk anggaran bonus atlet hanya sebesar Rp145,7 juta.
“Setelah melakukan rapat keputusan anggaran ditempelkan di Disparbudpora asal PAK mengacu pada Perbub dan Harusnya mengacu itu sehingga hanya ketemu Rp145,7 juta,” jelasnya
Disparbudpora dan KONI Kabupaten Blitar pun mengusulkan Bonus untuk atlet yang tampil Porprov Jatim lalu menggunakan dana hibah. Hal itu dilakukan agar citra dan nama baik pemerintah kabupaten Blitar dimata atlet tetap terjaga.
Selain itu diperkirakan memulai dana hibah tersebut, jumlah anggaran yang diajukan oleh KONI senilai Rp1,5 miliar bisa terealisasikan. Meski begitu rencana tersebut masih akan dibahas lagi pada hari Senin besok.
Sementara hingga kini KONI dan Disparbudpora belum bisa memberikan kepastian kapan bonus untuk atlet tersebut dicairkan. [owi/beq]






