Pasuruan (beritajatim.com) – Pembangunan gedung damkar Kabupaten Pasuruan menuai banyak kritikan. Di antaranya kritikan datang dari kalangan DPRD Kabupaten Pasuruan.
Kritik dilontarkan dikarenakan proyek dinilai menelan banyak anggaran. Anggaran yang digelontorkan untuk membangun gedung damkar yang baru senilai Rp 25 miliar.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Fauzi menanyakan pentingnya pembangunan gedung damkar. Sedangkan gedung damkar yang berada di komplek perumahan Raci masih bagus.
“Masih banyak sarana dan prasarana daerah yang masih membutuhkan sentuhan. Di antaranya Pasar Bangil, petani Mangga dan sedap malam yang kesulitan pupuk, itu yang seharusnya diperhatikan,” katanya, Rabu (23/11/2022).
Senada, Ketua Komisi III DPRD Ruslan mengatakan bahwa pembangunan gedung damkar terkesan dipaksakan. Dikarenakan gedung damkar yang saat ini masih terlihat bagus.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-pasuruan”]
Jika memang diperlukan pembanguanan gedung damkar dilaksanakan secara multy year. Sehingga tidak terkesan terpaksa, jika tidak seharusnya anggaran bisa dialihkan ke lainnya.
“Mungkin pembangunannya bisa dilakukan secara bertahap. Sehingga pos anggaran yang ada bisa digunakan untuk program yang dibutuhkan oleh masyarakat,” jelasnya.
Namun, Sekda Kabupaten Pasuruan, Yudha Tri Widya S saat dihubungi terkait pembangunan Gedung Damkar tidak ada jawaban. “Masih mendampingi KPK RI,” jawabnya singkat. [ada/but]






