Ponorogo (beritajatim.com) – Siswa SMK PGRI 2 Ponorogo menggelar penggalangan dana untuk korban gempa Cianjur. Langkah ini dilakukan untuk meringankan beban warga Cianjur terdampak gempa.
Selain galang dana, para siswa juga melaksanakan sholat ghoib dan doa bersama. Dana yang terkumpul nantinya disumbangkan ke para korban gempa Cianjur.
“Hari ini merupakan hari kedua kita melakukan salat gaib dan doa bersama untuk mendoakan saudara-saudara yang terdampak musibah gempa bumi Cianjur,” kata Guru Agama SMK PGRI 2 Ponorogo, Zainul Arifin, Rabu (23/11/2022).
Zainul mengungkapkan, jumlah siswa di SMK PGRI 2 Ponorogo sekitar 2.600 orang. Sehingga tidak mungkin dilakukan kegiatan sholat ghoib dan doa secara serentak.
Kapasitas Masjid Al Firdaus terbatas. Sehingga pihak sekolah akhirnya menjadwal kegiatan salat goib dan doa bersama selama seminggu ke depan.
“Sudah dimulai sejak hari Selasa (22/11) kemarin. Sholat ghoib dan doa bersama ini akan dilakukan hingga hari Selasa minggu depan. Setelah ba’da salat dhuhur di masjid sekolah,” katanya.
Penggalangan dana dari keluarga besar SMK PGRI 2 Ponorogo pun juga dilakukan. Bantuan berupa uang maupun barang dari para siswa, guru dan donatur bakal dikirim ke para korban gempa bumi di Cianjur.
Pembukaan donasi masih dilakukan hingga, pengiriman bantuan nanti yang direncanakan pada tanggal 28 November 2022.
“Bantuan yang terkumpul, akan kita kirim langsung ke Cianjur. Ini merupakan wujud keprihatinan dan bentuk kepedulian sesama warga negara, untuk saudara kita yang tertimpa gempa bumi di Cianjur,” pungkasnya.
Untuk diketahui sebelumnya, korban Cianjur Jawa Barat cukup signifikan. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cianjur tanggal 22 November 2022 pukul 16.00 WIB, terdata korban meninggal dunia sebanyak 268 orang, dengan 122 korban telah teridentifikasi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”gempa-bumi”]
Adapun korban luka-luka sebanyak 1.083 orang dan korban terpaksa mengungsi sebanyak 58.362 orang. “Korban dalam pencarian sebanyak 151 orang,” ujar Kepala Biro Humas dan Umum Basarnas S. Riyadi.
Dia menambahkan, kerugian material tercatat 22.198 unit, dengan kondisi rusak berat 6.570, rusak sedang 2.071 unit dan rusak ringan 12.641 unit. Dampak gempa itu melanda 12 kecamatan, masing-masing Kecamatan Cianjur, Karang Tengah, Warung Kondang, Cugenang, Cilaku, Cibeber, Sukaresmi, Bojong Picung, Cikalong Kulon, Sukaluyu, Pacet, dan Gekbrong.
“Kendala yang kami hadapi diantaranya karena sebaran atau jangkauan kawasan terdampak cukup luas,” katanya.
Namun Riyadi memastikan, tim SAR, dari Basarnas bersama Potensi SAR terus melaksanakan upaya pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan. Dia menambahkan, tim SAR dalam operasi SAR tersebut dibagi dalam 6 sektor, masing-masing tim Alfa, Bravo, Charlie, Delta, Echo, dan Foxtrot.
“Tim SAR terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan Potensi SAR lainnya,” ujarnya.
Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022) siang pukul 13.21 WIB. Gempa dari kedalaman 10 kilometer pada koordinat 6.84 LS,107.05 BT atau sebelah barat daya Kabupaten Cianjur. [end/beq]






