Jember (beritajatim.com) – Sektor usaha peternakan di Indonesia menghadapi dua tantangan utama, yakni faktor lingkungan tropis yang ditandai dengan iklim panas dan kelembaban tinggi, serta kondisi peternakan rakyat yang umumnya peternakan kecil (small holder farmer).
Hal ini dikemukakan Himmatul Khasanah, dosen Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember (Unej) Kampus Bondowoso, di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, sebagaimana dilansir Humas Unej, Rabu (23/11/2022).
Himmatul mengatakan, kedua tantangan ini berdampak kualitas pakan yang rendah baik dari sisi kecernaan dan kandungan nutrisinya. “Padahal pakan ternak merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya ternak dan menjadi penentu dalam keberhasilan suatu usaha peternakan,” katanya.
Solusinya tentu saja ada. Himmatul menunjuk pakan ternak dari limbah kulit singkong bisa menjadi alternatif di saat pakan hijauan sulit dicari peternak. Menurut data Badan Pusat Statistik secara kuantitas menjadi limbah pertanian ketiga terbesar di Indonesia setelah limbah padi dan jagung. Secara umum produksi tahunan singkong nasional mencapai 21,5 juta ton. Dari jumlah tersebut 16 persennya bakal menjadi limbah berupa kulit singkong.
Kulit singkong dan tape afkir jika diolah akan memberikan potensi tambahan penghasilan bagi pengusaha tape dan mendukung posisi Bondowoso sebagai kabupaten penghasil ternak utama di Jawa Timur. “Dalam observasi kami pakan ini mudah dicerna oleh ternak. Sekaligus mengurangi limbah kulit singkong dan memanfaatkan tape afkir. Artinya membantu pendapatan pelaku usaha industri tape sekaligus menyukseskan Bondowoso sebagai pengahsil ternak di Jawa Timur,” kata Himmatul.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
Mikroorganisme yang akan digunakan dalam proses fermentasi berasal dari tape afkir yang merupakan hasil samping industri tape. Mikroorganisme jenis ini dalam dunia pakan ternak disebut sebaga Mikroorganisme Lokal (MOL). Contoh mikroorganisme berupa bakteri yang terlibat dalam pembuatan tape adalah bakteri jenis Bacillus yang mampu menghasilkan amylase yang melakukan tugas fermentasi amilum di tape menjadi gula atau glukosa.
Oleh sebab itu, Program Studi Peternakan Unej memberikan pelatihan pembuatan pakan ternak alternatif ini kepada karyawan dan pengusaha tape merek Tape 57 di Desa Sumber Tengah, Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso pada 11 dan 18 September 2022 lalu. Ada lima belas orang peserta yang mengikuti pelatihan ini. [wir/but]






