Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 4 mahasiswa Program Studi Pendidikan Kedokteran (PSPD) Universitas Islam Negeri (UIN Malang) meraih medali emas di ajang internasional. Mereka adalah Faza Saiqur Rahmah, Chella Sonia, Vanda Rizky Rohmatulloh dan Nisrina Shabry Habibie yang mendapat Gold Medal di kategori Life Science pada International Science and Invention Fair (ISIF) 2022 yang diadakan Youth Science Assosiation (IYSA).
Mahasiswa angkatan 2020 berprestasi di ajang internasional lewat penelitian tentang teh pandan untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Ketua tim, Faza Saiqur menyampaikan, motivasi mereka dalam mengikuti lomba ini untuk membuktikan dan mengukur kapasitas diri agar bisa tahu tingkat kelebihan dan kekurangan dari masing-masing.
[berita-terkait number=”5″ tag=”UIN-Malang”]
“Saya bersama tim membagi jurnal yang akan dilombakan dan menyusun timeline agar sistematis dalam mengerjakan. Sedangkan untuk proses penelitian, pengerjaan dilakukan di laboratorium PSPD FKIK UIN Malang,” jelasnya pada Selasa (23/11/2022).
Salah satu hambatan saat menjalani lomba, kata Faza, ketika melakukan pengumpulan dari responden yang akan mencoba produk. Mereka awalnya menarget sejumlah 100 orang, namun pada akhirnya hanya mampu mendapatkan sekitar 60 orang. “Itu jadi salah satu kesulitan tersendiri bagi kami,” ujarnya.
Tahapan panjang dalam ISIF 2022 diawali saat tim mulai mengembangkan ide terkait hal krusial yang perlu dirumuskan dan dibutuhkan. Setelah sepakat, mereka lalu mengurus izin penelitian dan segera melakukan riset di laboratorium. Selain itu uji, mereka juga menguji coba penemuan mereka kepada manusia terkait kelayakan produk tersebut untuk dikonsumsi.
“Setelah melakukan serangkaian uji coba, tim ini mempresentasikan penelitian dihadapan dewan juri hingga mendapatkan Gold Medal. Tentu saja kami bersyukur pada Allah SWT dan kedua orang tua yang selalu mendoakan kebaikan bagi kami semua. Saya juga sangat berterima kasih kepada seluruh anggota tim yang mau bekerja sama dengan baik selama ini,” ujar Faza lebih lanjut.
Pada akhir penyampaian, dia berharap prestasi tersebut bisa menular pada teman-temannya yang lain. Faza berpesan agar jangan patah semangat dan tetap berjuang. “Belajar adalah Ibadah, prestasi untuk dakwah,” tutup mahasiswa PSPD angkatan 2022 itu. (dan/kun)






