Surabaya (beritajatim.com) – Program Studi Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra (UC) Surabaya bersama Institut Francais Indonesia (IFI) menggelar pameran seni digital. Harapannya lewat kegiatan ini dapat mendorong inspirasi baru dalam menciptakan sebuah karya.
Dosen Pembimbing Pameran Hutomo Setia Budi menjelaskan, bahwa tak hanya mendorong inspirasi penciptaan karya, namun pameran ini juga sekaligus memperkenalkan karya-karya artist lokal dan karya mahasiswa VCD UC yang apik, kreatif dan inovatif.
“Karya Mahasiswa VCD UC salah satunya adalah animation for kids dan kids illustrated book. Beberapa karya mahasiswa Tugas Akhir juga dipamerkan dalam bentuk VR,” ujar Hutomo, Sabtu (19/11/2022).
Hutomo menjelaskan, kids illustrated book adalah hasil kolaborasi mahasiswa VCD dan Psikologi UC. Menjadi menarik, sebab di dalamnya ada nilai-nilai moral dan karakter yang diajarkan bagi anak-anak, tentunya dengan kemasan komik yang menarik.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Surabaya”]
“Sekarang masih dalam bentuk komik. Ke depan akan dikemas dengan Augmented Reality, sehingga ketika di-scan halaman akan keluar model 3D interaktif sehingga membuat anak dan orang tua dapat berinteraksi,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan, pameran budaya yang dilakukan secara digital ini merupakan ranah baru. Pengunjung dapat menggunakan teknologi terkini terutama VR dan Mixed Reality untuk mendapatkan pengalaman baru dalam mengenal budaya lain.
Hutomo menyebut, pengalaman ini juga bisa menginspirasi dalam berkarya, memperluas pandangan, dan dapat belajar banyak hal baru terutama berkaitan dengan pemanfaatan teknologi terkini untuk menciptakan karya yang berkualitas di kemudian hari.
“Hari ini ada sekitar 12 karya mahasiswa VCD semester 3, ada 52 karya Tugas Akhir di antaranya tentang bisnis fotografi dipamerkan dalam Virtual Reality (VR), dan ada karya asal perancis,” jelas Hutomo.
Dirinya juga berharap kolaborasi dengan IFI bisa bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya di dunia industri kreatif. “Prancis punya keunikan dalam berkarya dan juga punya pasarnya. Hal baru ini bisa dieksplorasi sehingga menghasilkan karya-karya yang nantinya bisa menembus pasar internasional,” tandasnya.
Sekedar diketahui, gelaran pameran seni digital ini dalam rangka Novembre Numerique (Digital November). Perayaan budaya digital ini diinisiasi oleh IFI Pusat Paris yang diadakan juga di berbagai tempat di dunia tiap bulan November. [ipl/beq]








