Surabaya (beritajatim.com) – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menyerahkan hibah Set Top Box (STB) kepada 10 keluarga kurang mampu di Desa Tambak Rejo, Kabupaten Kediri.
Hibah tersebut diserahkan PENS melalui Departemen Teknik Mekanika Energi dalam Pengabdian Masyarakat, Kamis (17/11/2022).
Ketua Program Pengabdian Masyarakat PENS Eko Budi Utomo mengungkapkan bahwa sosialisasi oleh Dinas Kominfo Kabupaten Kediri masih belum bisa menjangkau ke daerah pelosok.
Karena itulah, pihaknya ingin memberikan sekaligus mengenalkan teknologi digital kepada masyarakat desa. Dalam pelaksanaannya sendiri, lanjut Eko, pihaknya juga melibatkan sejumlah mahasiswa.
“Melibatkan adik-adik mahasiswa untuk melakukan edukasi mengenai televisi digital. Harapan kami dengan adanya kegiatan ini, kami dapat mendekatkan teknologi maupun inovasi pada masyarakat desa,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pens”]
Sementara itu, Hadi, Staff Dinas Kominfo Kabupaten Kediri menyambut baik upaya yang dilakukan oleh PENS. Ia menyebut, Kemenkominfo telah menargetkan migrasi siaran televisi analog ke digital selesai tepat pada 2 November 2022 lalu.
Hadi pun memberikan apresiasi pengabdian masyarakat, mengingat dukungan seluruh lapisan masyarakat dan peran perguruan tinggi sangat diperlukan dalam proses Analog Switch Off (ASO). “Kami di daerah telah memulai sosialisasi sejak Maret 2022 lalu melalui beberapa kegiatan sosialisasi,” ujar Hadi,
Sedangkan Mahfud Fauzi, Kepala Desa Tambak Rejo mengungkapkan jika televisi merupakan hiburan bagi warga desanya. Kata dia, banyak informasi dan berita penting yang bisa dilihat dari televisi.
“Jadi saat ada berita tentang program pemerintah untuk pengalihan ke siaran TV digital, saya terpikir kondisi warga saya yang sebagian besar petani ini apakah bisa paham dengan perubahan ini. Itu kenapa saya, mewakili warga menyampaikan terima kasih atas pemberian hibah STB pada warga di sini, khususnya yang kurang mampu, termasuk juga tadi diberikan penjelasan serta edukasi teknologi ini,”terang Mahfud.
Mahfud menambahkan jika sebelumnya warga telah didata oleh pemerintah. Namun realisasinya masih belum bisa dipastikan kapan. “Saya yakin ke depan semua warga akan turut menikmati TV digital. Hanya karena wilayah daerah kami sangat luas, saya berharap semoga segera direalisasikan,“ imbuhnya. (ipl/ted)






