Bojonegoro (beritajatim.com) – Mahalnya harga kedelai impor membuat pemerintah berencana terus melakukan perluasan lahan pertanian kedelai lokal. Termasuk di Kabupaten Bojonegoro. Harga kedelai sesuai dengan rilis yang dipublikasikan oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro masih tinggi.
Harga kedelai lokal di Pasar Kota Bojonegoro saat ini berkisar antara Rp18 ribu per kilogram, sedangkan untuk kedelai impor senilai Rp15 ribu per kilogram.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada 2022 mengusulkan perluasan lahan kedelai lokal. Pengusulan penambahan area tanam kedelai lokal ini seluas 200 hektare di Kecamatan Sumberrejo.
“Untuk tanaman kedelai ini kami masih banyak di support program APBN. Dan kami mengusulkan tambahan untuk bulan November 2022 seluas 200 hektare kedelai, tapi belum terealisasi,” ujar Kepala DKPP Bojonegoro, Helmy Elysabeth, Selasa (15/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-bojonegoro”]
Sebelumnya, pada Agustus 2022 lalu, DKPP Bojonegoro telah mendampingi petani kedelai melakukan panen raya. Panen raya kedelai dilakukan di Kecamatan Sumberrejo. Luasan lahan yang panen kedelai di Kecamatan Sumberrejo ada sekitar 4.900 hektar. “Tanaman kedelai ini sebenarnya bisa menjadi alternatif petani, karena pas pada waktu panen kemarin (Agustus 2022) harganya juga tinggi,” terangnya.
Selain bergantung pada program APBN, Helmy mengaku, pada postur anggaran APBD 2023 rencananya akan mengalokasikan anggaran untuk penangkaran benih kedelai. Harapannya, petani kedelai di Kabupaten Bojonegoro bisa mendapat benih kedelai dari daerahnya sendiri.
Meski ada rencana perluasan lahan kedelai, pihaknya mengaku tidak menentukan secara spesifik kluster khusus kedelai. Lahan pertanian kedelai di Kabupaten Bojonegoro saat ini yang banyak di Kecamatan Sumberrejo, Balen, dan Kecamatan Dander. “Di Kecamatan Sumberrejo ini lahannya paling luas, hampir 2.000 hektar. Per hektar rata-rata bisa panen antara dua ton,” pungkasnya. [lus/kun]






