Mojokerto (beritajatim.com) – Jumlah pengunjung di sejumlah obyek wisata alam di Kabupaten Mojokerto, khususnya di Wisata Air Terjun Dlundung di Kecamatan Trawas dan Wisata Air Panas Padusan di Kecamatan Pacet menurun. Kondisi ini terjadi menyusul adanya cuaca ekstrem yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Koordinator Wisata Air Terjun Dlundung, Safuk mengungkapkan, pengunjung objek wisata yang terletak di Desa Ketapanrame itu turun sebanyak 70 persen. Penurunan jumlah pengunjung disebabkan faktor cuaca yaitu sering turunnya hujan deras yang tidak teratur.
“Iya, jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan Air Terjun Dlundung menurun hingga 70 persen. Dampak cuaca ekstrem turut mempengaruhi jumlah wisatawan,” ungkap Safuk, Senin (14/11/2022).
Dibandingkan dengan hari biasa, penurunan pengunjung mencapai 30 orang per hari dan 300 orang saat weekend. Padahal ketika cuaca normal, jumlah wisatawan bisa mencapai 200 orang di hari biasa dan 1.000 orang saat weekend.
“Memang kalau setiap kali musim hujan dan cuaca buruk, wisata alam termasuk Wisata Air Terjun Dlundung mengalami penurunan jumlah pengunjung. Kami akan menutup Wisata Air Terjun Dlundung ketika terjadi cuaca ekstrem untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan,” katanya.
Koordinator Wisata Air Panas Padusan, Heru Utomo mengaku saat ini sepi pengunjung saat musim hujan. Bahkan jumlah kunjungan ke destinasi wisata di Desa Padusan, Kecamatan Pacet tersebut turun hingga 50 persen.
“Dalam kondisi normal wisatawan di Padusan mencapai 200 orang dan 1.500 orang saat akhir pekan. Bahkan kami sempat tutup dua hari akibat cuaca ekstrem lantaran beberapa titik rusak terkena hujan dan angin kencang,” ujarnya.
Sementara itu, Asper Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Pacet dan Pengelolaan Hutan (KPH) Pasuruan, Margono menjelaskan, pihaknya melakukan penutupan sebagai upaya mitigasi bencana di wisata air terjun Dlundung dan Padusan. Salah satu potensi bencana di dua destinasi tersebut adalah pohon tumbang.
“Kita sudah membentuk tim untuk mitigasi namun masih menunggu petunjuk dari kantor pusat lebih lanjut. Dan hasil pengamatan di lokasi wisata Dlundung dan Padusan saat cuaca ekstrem, masih terpantau aman. Insya Allah, masih aman,” tegasnya.
Jika ada pohon kering dan berpotensi tumbang, pihakmya akan segera melakukan penebangan. Pengelola wisata juga diperbolehkan melakukan pemangkasan dahan pohon jika dianggap membahayakan saat musim ekstrim seperti saat ini. [tin/beq]
![Cuaca Ekstrem, Pengunjung Air Terjun Dlundung dan Wisata Air Panas Padusan Mojokerto Menurun Wisata Air Terjun Dlundung di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. [Foto : dok]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG_20220716_17201731-1024x576.jpg)






