Ngawi (beritajatim.com) – Puluhan warga di tiga desa yang ada di dua kecamatan di Ngawi, Jawa Timur, terjangkit chikungunya. Sebagian besar penderita adalah orang dewasa dan anak-anak. Gejala yang dialami adalah demam tinggi lalu persendian utamanya kaki sulit ditegakkan sehingga tidak bisa berjalan dengan normal.
Sebaran tiga desa dan dua kecamatan itu adalah Desa Tirak Kecamatan Kwadungan serta Desa Klampisan dan Keras Wetan Kecamatan Geneng. Salah satu warga di Desa Keras Wetan Geneng membenarkan jika ada warga yang terjangkit. Total sudah ada 15 orang yang sakit. Beberapa diantaranya sudah dalam kondisi yang baik.
Menurut Sudarto, salah satu warga yang sudah pulih dari Chikungunya, gejala berawal saat mulai demam. Hingga akhirnya sendi-sendi sulit digerakkan. Selain dirinya, cucunya juga kini terjangkit dan masih dalam pemulihan.
Menurut dia, belakangan ini belum ada penanganan dari pihak terkait. Baik berupa fogging ataupun bersih-bersih lingkungan agar tak ada sarang nyamuk.
“Awalnya saya saya berobat sembuh ke ibu lalu ke cucunya rata-rata sendi sulit digerakkan hingga tidak bisa berjalan banyak yang kena di kampung sini karena banyak genangan air,” kata Sudarno, Sabtu (12/11/2022).
Suwarno, perangkat desa setempat membenarkan jika ada ada belasan warga di Desa Keras Wetan yang terjangkit chikungunya. Mayoritas warga lain juga terjangkit namun sudah pulih dan beraktifitas kembali.
“Memang benar menyerang anak anak hingga dewasa. Penderita hingga tidak bisa berjalan kita sudah lapor tapi belum ada penanganan banyak genangan air,” kata Suwarno.
Sebagian penderita sudah berobat ke Puskesmas Geneng. Lainnya memilih bertahan di rumah untuk penyembuhan secara mandiri. Namun, belum sampai ada kasus meninggal dunia dari penyakit yang sudah menjangkiti puluhan warga Ngawi itu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ngawi”]
Dilansir dari alodokter.com, Chikungunya disebabkan oleh virus Chikungunya yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Kedua nyamuk tersebut adalah jenis nyamuk yang juga menularkan penyakit demam berdarah dan virus Zika. Umumnya, nyamuk ini menggigit di siang dan malam hari.
Nyamuk Aedes mendapatkan virus Chikungunya saat menggigit seseorang yang telah terinfeksi sebelumnya. Penularan terjadi bila orang lain digigit oleh nyamuk pembawa virus chikungunya. Meski demikian, virus chikungunya hanya menular melalui nyamuk dan tidak menyebar secara langsung antar manusia.
Chikungunya dapat menyerang siapa saja. Namun, risiko terserang penyakit ini lebih tinggi pada bayi baru lahir, orang usia 65 tahun ke atas, dan orang dengan kondisi medis lain, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. [fiq/but]






