Surabaya (beritajatim.com) – Turut serta menyemarakkan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48, empat warga persyarikatan asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah punya cara unik. Mereka mengayuh sepeda atau gowes menuju Surakarta atau Solo, kota yang menjadi lokasi digelarnya muktamar.
Empat pengayuh sepeda alias pegowes tersebut, tiba di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya pada Jumat (11/11/2022) pagi. Kemudian, mereka diberangkatkan kembali oleh Rektor UM Surabaya Sukadiono untuk melanjutkan perjalanan menuju Solo.
“Beliau-beliau ini goweser dari Kalimantan Tengah. Ini warga Muhammadiyah yang sangat peduli dengan kebesaran Muhammadiyah,” ujar Sukadiono usai memberangkatkan goweser tersebut, Jumat (11/11/2022).
Sukadiono menjelaskan, UM Surabaya menjadi lokasi singgah pertama. Sebab, Surabaya memang sebagai kota yang lokasinya berada di Pulau Jawa paling timur.
Setelah itu, para pegowes bakal melewati sejumlah kabupaten dan kota hingga tiba di Solo. Saat menuju Solo, anggota rombongan goweser ini bertambah dari empat menjadi lima.
“Kalau yang dari Kalimantan ke Surabaya ada empat orang. Tapi dari Surabaya ke Solo ada lima orang. Kebetulan ada satu warga Surabaya yang bergabung dengan empat orang ini untuk berangkat ke Solo,” ungkapnya.
Dalam perjalanan ke Solo sendiri, rencananya para goweser tersebut akan singgah di setiap daerah. Di situ, mereka akan bersilaturahmi ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat.
“Nanti, Insya Allah tiap kabupaten mampir di kantor PDM kabupaten kota. (Seperti) Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun Ngawi, Sragen, Karanganyar, Solo. Mereka akan berfoto di masing-masing kabupaten kota sekaligus untuk bersilaturahmi dengan beberapa Pimpinan Daerah Muhammadiyah,” jelasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Muhammadiyah”]
Sementara itu, Ketua Tim Gowes, Imron mengungkapkan, dengan gowes rute Palangkaraya-Solo ini, selain untuk menyemarakkan muktamar, warga Muhammadiyah juga diharapkan bisa lebih sehat.
“Karena tema kali ini adalah semangat Muhammadiyah berkemajuan, maka kami juga kepingin maju dengan cara gowes, sesuai dengan kapasitas perjuangan masing-masing,” ungkapnya.
Imron menyebutkan, untuk bisa sampai ke Solo, dia harus menghabiskan waktu selama 9 hari.
“Jadi perjalanan ini sebenarnya konsepnya kita berjalan paling sore maksimum jam 4 sore (16.00). Siang ishoma (istirahat, sholat, makan) sebentar sampai jam 4 sore. Kalau makanan kami memang singgah di warung, tapi ya ada sarung, kopyah, baju, terutama baju kaos untuk ganti selama gowes,” terang Imron.
Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 dijadwalkan berlangsung di Solo pada 18-20 November 2022. [ipl/beq]








