Ponorogo (beritajatim.com) – Jembatan di Dusun Tlogo, Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, dengan panjang 15 meter dan lebar 6 meter putus akibat diterjang sampah dan bambu yang terbawa banjir. Desa Kunti dilanda banjir setelah hujan lebat mengguyur pada Rabu (9/11/2022) sejak sore hingga malam hari.
“Sini kemarin itu hujan deras sejak pukul 16.00. Nah, malamnya sekitar pukul 21.00 jembatan itu ambrol. Banyak sampah yang menyumbat aliran di jembatan, akhirnya ambrol,” kata salah satu warga, Karyono, Kamis (10/11/2022).
Jembatan yang ambrol itu menghubungkan Desa Kunti ke Desa Crabak Kecamatan Slahung. Dengan putusnya jembatan di Desa Kunti itu, warga yang biasa lewat harus memutar dan menempuh jalan lain.
“Dengan putusnya jembatan itu, warga harus memutar lewat jalan lain, jarak tempuh lebih jauh sekitar 1 kilometer,” katanya.
Karyono menyebut, jembatan yang ambrol itu dibangun pada 1984. Menurutnya, hingga putus ini, jembatan tersebut belum pernah direhab.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bencana-banjir”]
Sementara, jembatan itu dilewati kendaraan besar seperti truk bermuatan pasir atau barang lainnya.
“Sejak dibangun sekitar tahun 1984, jembatan ini belum pernah direhab, hingga akhirnya putus ini,” ungkapnya.
Selain jembatan yang putus, banjir yang membawa sampah itu juga membuat putusnya pipa air milik warga yang berada di pinggirnya. Sehingga ada beberapa warga yang akhirnya kesulitan air bersih.
“Terkait putusnya pipa air ini, sudah kita laporkan kepada pihak terkait,” pungkas salah satu perangkat Desa Kunti, Sugeng Riyadi. [end/beq]






