Mojokerto (beritajatim.com) – Warga Kota Mojokerto berhasil mengubah limbah kulit ikan patih menjadi produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Muji Rahayu (48) mengubah limbah atau hasil samping industri fillet ikan patin menjadi produk yang bernilai jual.
Perempuan warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto merintis usaha kerupuk rambak kulit ikan patin sejak tahun 2013 lalu. Dengan rasa yang gurih dengan tekstur, saat ini tidak kurang dari 100 kg kerupuk rampak ikan patin berhasil dipasarkan setiap bulannya.
“Awal mulanya coba-coba saja. Ada saudara yang kerja di pabrik, menawarkan kalau ada limbah kulit patin. Kira-kira bisa diolah nggak. Nah dari situ saya coba buat, kok enak, terus saya coba titipkan, dijual, ternyata juga laku,” ungkapnya, Rabu (9/11/2022).
Sebelum pandemi, Muji dapat memproduksi hingga 300 kg perbulan. Selama menjalankan usahanya, Muji tidak mengingkari bahwa untuk dapat bertahan sampai hari ini, tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Terutama dari pihak keluarga.
“Sempat tidak terlalu didukung suami karena dulu suami inginnya saya santai saja di rumah. Tapi karena pelan-pelan mulai berkembang, ya didukung. Malah suami sekarang bantu bagian menggoreng kerupuk,” katanya.
Untuk dapat mengembangkan bisnisnya, Muji aktif mengikuti berbagai pelatihan yang rutin diselenggarakan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopukmperindag). Mulai dari pelatihan manajemen usaha, menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP).
[berita-terkait number=”3″ tag=”umkm”]
“Juga pelatihan desain kemasan sama foto produk, terus pemasaran, perizinan dan beragam jenis sertifikasi. Seperti Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT), uji nutrisi, sertifikat halal, dan merk. Alhamdulillah dinas sangat mempermudah,” ujarnya.
Menurutnya, untuk bertahan di dunia usaha untuk selalu aktif dan proaktif kepada pemerintah. Misalkan, ada keluhan atau apa, langsung saja menghubungi dinas terkait sehingga bisa membantu dalam mengembangkan usaha.
“Jadi kita harus semangat, jangan segan-segan untuk memperkenalkan produk apa yang kita punya, supaya dinas juga bisa memberi bantuan fasilitas yang kita butuhkan,” pungkasnya. [tin/suf]






