Surabaya (beritajatim.com) – Denny Caknan dan Happy Asmara kembali berduet. Kali ini keduanya menyanyikan sebuah lagu Jawa Mendem Wedokan yang pernah hits pada awal tahun 2000-an. Lagu ciptaan Ganang (Mr. CJDW) ini memiliki makna tergila-gila dengan perempuan.
Bercerita tentang seorang pria yang meminta kepada sang ibu untuk segera dinikahkan dengan seorang wanita. Namun, sang Ibu memberitahu bahwa menikah tidak semudah yang dibayangkan. Terlebih si anak setidaknya harus memiliki pekerjaan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berumahtangga.
Official live music lagu Mendem Wedokan yang dibawakan oleh Denny Caknan dan Heppy Asmara tersebut telah diunggah pada Selasa (8/11/2022), di kanal YouTube @DC.Production.
“Nguweriii pastenan kihh ,, baru lina jm udah masuk trending #20 ,, semangattt sampe pucuk gasss ,, pokoke kawal kemresek ya prennn sampe halal pokoke,” tulis @Arsyla Syauqia, dalam kolom komentar.
“Wahh lagu jaman kecilku dulu ini, dibawain denny caknan & happy asmara auto makin joss gandoss,” ujar Ricky Official Yulianto.
[berita-terkait number=”5″ tag=”lirik”]
Lirik dan terjemahan lagu Mendem Wedokan – Denny Caknan feat. Happy Asmara
Mboke…
(Ibu)
Aku njauk dikawinke
(Aku minta dinikahkan)
Karo sopo to, Le?
(Dengan siapa si, Nak?)
Seng penting ono nyawane
(Yang penting ada nyawanya)
Simbok, simbok wetengku luwe
(Ibu, ibu perutku lapar)
Ono ketan aku tukokno
(Ada ketan aku belikan)
Simbok simbok aku wes gede
(Ibu, ibu aku sudah besar)
Ono prawan cobo takokno
(Ada perawan coba tanyakan)
Thole Thole ketane abang
(Anakku, anakku ketannya merah)
Dicampuri klopo parutan
(Dicampur kelapa parutan)
Thole thole rabine gampang
(Anakku, anakku nikahnya mudah)
Paling penting golek gawean
(Paling penting cari pekerjaan)
Simbok seng penting kawinan
(Ibu yang penting nikahan)
Aku iki wes mendem wedokan
(Aku ini sudah tergila-gila perempuan)
Aduh simbok ra biso turu
(Aduh ibu tak bisa tidur)
Awan bengi pengen pengen ketemu
(Siang malam ingin ingin bertemu)
Ora gampang bebojoan
(Tidak mudah menjalin hubungan)
Kudu biso golek sandang pangan
(Harus bisa cari sandang pangan)
Yen nuruti mendemmu
(Jika menuruti kegilaanmu)
Opo bojo kok pakani watu
(Apa pasanganmu kamu beri makan batu)
Yen mengkono mbok
(Jika begitu ibu)
Aku tak nyambut gawe
(Aku akan bekerja)
Golek duwit kanggo nikahan
(Cari uang untuk nikahan)
Iyo thole, dongane mbok e
(Iya anakku, doanya ibu)
Moga wae bisa kelaksanan
(Semoga saja bisa terlaksana)
Simbok, simbok wetengku luwe
(Ibu, ibu perutku lapar)
Ono ketan aku tukokno
(Ada ketan aku belikan)
Simbok simbok aku wes gede
(Ibu, ibu aku sudah besar)
Ono prawan cobo takokno
(Ada perawan coba tanyakan)
Thole Thole ketane abang
(Anakku, anakku ketannya merah)
Dicampuri klopo parutan
(Dicampur kelapa parutan)
Thole thole rabine gampang
(Anakku, anakku nikahnya mudah)
Paling penting golek gawean
(Paling penting cari pekerjaan)
Simbok seng penting kawinan
(Ibu yang penting nikahan)
Aku iki wes mendem wedokan
(Aku ini sudah tergila-gila perempuan)
Aduh simbok ra biso turu
(Aduh ibu tak bisa tidur)
Awan bengi pengen pengen ketemu
(Siang malam ingin ingin bertemu)
Ora gampang bebojoan
(Tidak mudah menjalin hubungan)
Kudu biso golek sandang pangan
(Harus bisa cari sandang pangan)
Yen nuruti mendemmu
(Jika menuruti kegilaanmu)
Opo bojo kok pakani watu
(Apa pasanganmu kamu beri makan batu)
Yen mengkono mbok
(Jika begitu ibu)
Aku tak nyambut gawe
(Aku akan bekerja)
Golek duwit kanggo nikahan
(Cari uang untuk nikahan)
Iyo thole, dongane mbok e
(Iya anakku, doanya ibu)
Moga wae bisa kelaksanan
(Semoga saja bisa terlaksana)
(fyi/nap)






