Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar sosialisasi terkait pemberantasan cukai rokok ilegal. Kegiatan yang diprakarsasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto berkolaborasi dengan Kantor Pengawas dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Sidoarjo ini dikemas dengan pagelaran Guyon Maton Cak Percil Cs bersama Kirun.
Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Eddy Taufiq menjelaskan, pagelaran Guyon Maton Cak Percil CS bersama Kirun digelar di Lapangan Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto dalam rangka sosialisasi peraturan dalam bidang cukai. Sumber dana kegiatan ini merupakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2022.
“Sumber dana kegiatan ini dari DBHCHT tahun 2022 dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Dengan tagline Gempur Rokok Ilegal kali ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi cukai rokok ilegal,” ungkapnya.
Kepala Seksi (Kasi) Penyuluhan dan Layanan Informasi, KPPBC Sidoarjo, Gatot Kuncoro menjelaskan, DBHCHT diperoleh dari para pembeli rokok legal yang secara tidak langsung membayar pajak kepada pemerintah. Salah satu optimalisasi pemanfaatan DBHCHT ini untuk penegakan hukum.
“Penggunaan DBHCHT dapat digunakan untuk tiga hal. Yakni kesehatan masyarakat, mensejahterakan masyarakat dan penegakan hukum. Penegakan hukum ini salah satunya adalah menggelar kegiatan sosialisasi seperti sore hari ini,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”cukai-rokok”]
Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati dalam sambutannya mengajak masyarakat Kabupaten Mojokerto untuk memerangi peredaran rokok dengan pita cukai ilegal. “Mari bersama-sama kita perangi rokok dengan pita cukai ilegal karena ini bisa merugikan negara. Bagi perokok, silahkan beli rokok yang ada pita cukai legal,” tuturnya.
Melalui rokok legal, pemerintah bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih optimal dengan memanfaatkan DBHCHT. Bupati Ikfina berharap masyarakat bisa turut serta memerangi rokok dengan pita cukai ilegal, serta masyarakat bisa terhibur dengan pagelaran Guyon Maton Cak Percil CS bersama Kirun.
“Bagi masyarakat yang sakit, bisa dibiayai dengan DBHCHT, bantuan-bantuan sosial yang diberikan pemerintah juga sebagian dari DBHCHT. Kalau sosialisasi juga bisa ada pagelaran seperti sore ini,” katanya. [tin/but]






