Magetan (beritajatim.com) – Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), masih terjadi antrian di sejumlah SPBU di Magetan. Khususnya di stasiun BBM bersubsidi Pertalite dan Bio Solar. Sebagian besar masyarakat belum mengetahui dan mengeluhkan hal tersebut.
“Heran saya padahal BBM telah naik, kenapa masih antriannya panjang. Saya ngisi pertalite tadi butuh waktu sekitar 15 menit untuk antre jadi terlambat bekerja,” kata Darmin warga yang mengisi BBM di SPBU Parang, Senin (07/11/2022).
Petugas SPBU harus mencatat dan memasukkan nomor kendaraan yang hendak mengisi ke dalam aplikasi, hal itulah yang membuat antrian jadi mengular. Hal itulah yang cukup memakan waktu sebelum pengisian BBM ke kendaraan masyarakat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bbm”]
“Kami catat nomor kendaraan hingga jumlah yang dibeli ke dalam aplikasi Mypertamina. Baru kita isi, setiap kendaraan butuh waktu 2 hingga 3 menit memang tergantung kelancaran jaringan internet. Bila jaringan internet mati maka kami tidak bisa menjual, karena nomor kendaraan dan jumlah yang dibeli tercatat secara online,” kata salah satu petugas SPBU yang enggan disebut namanya.
Sementara itu Hamdan Abdurrahman SPM Pertamina wilayah Magetan – Ngawi saat dikonfirmasi soal ini membenarkan jika butuh waktu untuk memasukkan pembelian dalam aplikasi mypertamina oleh petugas SPBU. Dia membantah jika antrian pasca penerapan ini mengular.
“Saat ini antriannya cukup wajar, tidak mengular sepanjang dahulu. Diakuinya untuk pembelian memang membutuhkan waktu bagi petugas untuk memasukkan kepada aplikasi. Sekitar dua menit karena harus mencatat dan memasukkan nomor dan nominal yang dibelinya,” kata Hamdan, Senin (07/11/2022).
Untuk stok BBM aman, dia mengklaim jika stok sangat mencukupi. Masyarakat tidak perlu khawatir untuk itu, pencatatan via aplikasi tersebut dilakukan agar subsidi BBM tepat sasaran. Selain itu pihak Pertamina Patra Niaga juga telah menyiapkan tambahan untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru.
“Aman untuk stok BBM bahkan hingga Nataru. Pencatatan pembelian BBM bersubsidi melalui aplikasi mypertamina perlu dilakukan agar subsidi bisa tepat sasaran,” pungkasnya. (fiq/kun)






