Lamongan (beritajatim.com) – Sebagai salah satu upaya untuk memberikan pelayanan terbaiknya bagi masyarakat maupun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan menggelar kegiatan pembinaan jeagamaan khusus bagi WBP wanita.
Meski kegiatan pembinaan ini dilakukan di tempat yang terbatas, namun hal tersebut tidak menyurutkan niat Lapas Lamongan untuk memberikan layanan pembinaan keagamaan terbaiknya bagi WBP wanita, di ruang Ki Hajar Dewantara Lapas setempat, Selasa (8/11/2022).
Kepala Lapas Lamongan, Mahrus menyampaikan, kegiatan pembinaan ini merupakan hasil kerjasama dengan Kantor Kemenag Kabupaten Lamongan yang dikhususkan bagi WBP wanita yang belum bisa membaca dan menulis Al-Qur’an.
Dalam kegiatan ini, tampak sebanyak 22 orang WBP Lapas Lamongan mengikuti kegiatan pembinaan ini dengan tertib seperti halnya di Pondok Pesantren. Mereka mendengarkan materi yang disampaikan oleh satu pembina keagamaan dari Kemenag dengan khidmat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”lapas-lamongan”]
“Pembinaan keagaman ini diberikan bagi WBP yang belum bisa menulis dan membaca Al-Qur’an. Selain itu, bagi mereka yang sudah bisa membaca dan menulis Al-Qur’an diminta untuk membatu WBP yang lain,” ujar Mahrus, Selasa (8/11/2022).
Mahrus juga menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan ini bertujuan agar para WBP wanita di Lapas Kelas IIB Lamongan dapat semakin mendekatkan dirinya kepada Tuhan.
“Ketika mereka mendapatkan persoalan hidup yang berat, salah satu jalan yang terbaik adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu pembinaan keagaman ini bukan hanya memberikan ilmu tentang membaca dan menulis Al-Qur’an saja, tapi juga konseling terhadap WBP wanita,” terangnya.
Mahrus menegaskan, kegiatan semacam ini akan terus dilakukan secara rutin oleh Lapas Lamongan setiap hari Senin dan Selasa, tepatnya selama situasi pandemi di Lapas Lamongan masih bisa terkendali.
“Layanan pembinaan keagamaan di Lapas Lamongan akan diadakan rutin setiap hari Senin dan Selasa, tentunya dengan syarat yakni kondisi Covid-19 masih terkendali. Hal ini berlaku bagi semua pelayanan, baik layanan bagi masyarakat maupun layanan bagi seluruh WBP Lapas Lamongan,” jelasnya.[riq/kun]






