Ngawi (beritajatim.com) – Sejumlah rumah warga di Ngawi mengalami kerusakan imbas hujan es disertai angin kencang yang melanda Kecamatan/ Kabupaten Ngawi pada Minggu (6/11/2022). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat belasan rumah yang terdampak.
Rumah rusak pada bagian atap terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Ngawi dan Kasreman. Kemudian, dilaporkan salah satu rumah di Padas Ngawi yang ambruk imbas diterpa angin.
Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi Agung Prasetyo membenarkan jika hujan es melanda kawasan di Ngawi. Paling parah adalah di Desa Ngawi Purba, Karangasri, Cabean di Kecamatan Ngawi, juga di Desa Tawun Kecamatan Kasreman. Laporan terakhir ada salah satu rumah warga di Desa Sukowiyono, Padas, Ngawi yang ambruk.

“Ada beberapa desa yang terdampak, sejumlah rumah warga hanya mengalami kerusakan ringan. Hanya satu yang dilaporkan roboh. Kemudian, banyak pohon tumbang yang menghalangi jalan desa dan hampir mengenai rumah warga,” kata Agung pada beritajatim.com, Minggu (6/11/2022).
Agung membenarkan jika sebelumnya kawasan tersebut diguyur hujan es dilanjutkan dengan angin kencang dan huja deras. Kejadian itu berlangsung sekitar 30 menit hingga banyak pohon yang tumbang dan genting rumah warga terbang terbawa angin. Pihaknya sudah melakukan penanganan dan mengevakuasi pohon tumbang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-ngawi”]
“Tim kami sudah berkeliling tadi dan sesudah melakukan evakuasi pohon tumbang. Saat ini pendataan masih terus dilanjutkan sembari memantau kawasan karena saat ini di Ngawi ke.bali diguyur hujan deras tepatnya pada pukul 19.00 WIB,” lanjut Agung.
Malam ini, cuaca di Ngawi masih hujan deras. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Diketahui, BMKG Juanda masih memperingatkan adanya potensi hujan deras mulai tanggal 4 November 2022 hingga 10 November 2022. Seluruh wilayah Jawa Timur termasuk Ngawi berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diminta untuk selalu waspada dan melakukan mitigasi bencana dengan membersihkan saluran air, menebang pohon yang berpotensi tumbang, serta menjauhi area yang rawan terjadi bencana. [fiq/but]






