Ngawi (beritajatim.com) – Desa/Kecamatan Karangjati dilanda banjir usai diguyur hujan deras selama sekitar dua jam pada Jumat (4/11/2022) pukul 15.00 WIB hingga 17.30 WIB. Akibatnya 21 KK di kawasan tersebut terendam air banjir. Warga setempat mengaku jika selama ini drainase kurang bagus dan tak bisa menampung air hujan yang terlalu banyak.
Dwi Jatmiko, warga RT 03 RW 1 desa setempat membenarkan jika saluran air kurang bagus. Saluran tersebut tak bisa menampung banyak air hujan sekaligus sehingga ketika hujan deras mengguyur, air tak bisa langsung masuk saluran hingga meluap.
“Saluran airnya kurang maksimal. Sehingga ketika hujan deras agak lama pasti menggenang begini. Meski cepat surut tapi kan pasti bikin panik dan kasihan kalau ada lansia,” kata Dwi Jatmiko saat ditemui di lokasi, Jumat (4/11/2022).
Meski tak melanda seluruh KK, dia mengaku jika masih banyak warga yang terdampak. Utamanya warga yang memiliki rumah dengan model lama atau yang minimal ketinggian lantainya mencapai 50 cm. Mayoritas warga yang tinggal di rumah model lama adalah lansia.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir”]
“Ada lansia yang hidup berdua saja. Rumahnya tadi juga kebanjiran sampai masuk rumah. Beruntung tempat tidurnya tidak sampai kena air banjir. Kalau sampai kena kan kasihan. Tapi ini tadi sudah berangsur surut,” lanjutnya.
Diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Karangjati, Ngawi, Jawa Timur, pada Jumat (4/11/2022) pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB mengakibatkan banjir di Desa Karangjati kecamatan setempat. Akibatnya, luapan air memasuki rumah sebanyak 21 kepala keluarga (KK). Salah satunya rumah warga yang terdapat lansia yang sedang sakit.
Lansia sakit tersebut adalah Saman (70) warga RT 03 RW 01, desa setempat. Dia terpaksa dipindahkan keluarganya ke atas tempat tidur karena air memasuki rumah. Biasanya lansia yang menderita stroke itu berbaring di kasur yang diletakkan di lantai di dekat ruang tamu. Diketahui Saman sudah menderita sakit sejak 3 tahun lalu. Mereka tak bisa memindahkan Saman ke lokasi lain karena tak memiliki sanak saudara di dekat rumah yang lokasinya lebih aman dari banjir.
Sumini, putri Saman mengungkapkan jika air memang menggenangi rumahnya imbas saluran air yang buruk. Ditambah hujan deras mengguyur sekitar dua jam. Air hujan yang deras tak hanya membuatnya terpaksa memindahkan sang ayah tapi juga menaikkan gabah kering di rumahnya. (fiq/kun)






