Surabaya (beritajatim.com) – Minuman yang menjadi pilihan untuk bersantai adalah Kopi dan teh. Nyatanya, kedua jenis minuman ini termasuk yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat di seluruh dunia. Mungkin ada yang menyukai teh dan kopi, tapi sebagian orang ada yang menyukai hanya salah satu dari mereka.
Jadi, sebenarnya lebih berbahaya minum kopi atau teh? Sebenarnya, kopi dan teh keduanya memiliki kandungan kafein dengan takaran tinggi. Selain itu, baik kopi atau teh memiliki manfaat bagi tubuh pada kondisi-kondisi tertentu. Bahkan, kopi dan teh memiliki kelebihan manfaat untuk kesehatan masing-masing.
Kopi dan teh keduanya mengandung polifenol sehingga bagus untuk tubuh. Polifenol merupakan senyawa tanaman yang baik untuk makanan bakteri di dalam tubuh manusia, khususnya usus. Kondisi usus termasuk pada organ yang menjadi pusat penentu kesehatan manusia.
Kebanyakan penyakit berawal sekaligus berakhir di usus manusia. Maka penting untuk menjaga kondisi bakteri baik di dalam usus seimbang, sehingga kondisi kesehatan tubuh lebih terjamin.
Kandungan lain yang dapat ditemukan pada kopi dan teh adalah antioksidan dan kafein. Namun, kopi yang lebih banyak memiliki kedua kandungan itu. Faktanya, kafein merupakan kandungan yang mampu menyehatkan otak manusia.
Ada studi yang menyebutkan jika peminum kopi memiliki risiko rendah terhadap penyakit demensia dan parkinson. Selain itu, minum kopi dengan kafein tinggi memiliki resiko rendah terkena kanker kolon dan hati.
Cara mengkonsumsi kopi dan teh dengan tepat
Jika kita ingin mendapatkan kandungan polifenol dalam kopi yang dapat terserap maksimal pada tubuh, maka minum kopi tanpa perasa tambahan apapun.
Pasalnya, jika kita menambahkan susu ke dalam kopi atau teh, maka senyawa susu dapat mengikat polifenol sehingga tubuh tak bisa mendapatkan polifenol dengan maksimal.
Apabila ingin menambahkan perasa tambahan, maka gunakan larutan yang lebih ringan, seperti susu almond. Namun, lebih baik untuk tidak menambahkan terlalu banyak zat pemanis. Jika terlalu banyak kandungan manis, maka dapat memicu diabetes dan merusak kondisi usus kita. (PRD/ian)






