Malang (beritajatim.com) – Natasya Debi Ramadani (16) dan Naila Debi Anggraini (13), adalah dua orang Aremanita yang menjadi korban dalam Tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) lalu. Keduanya adalah kakak beradik anak kandung dari Devi Athok Yulfitri.
Kedua gadis belia itu dimakamkan di pemakaman umum Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Makam keduanya berdampingan dengan makam ibu kandungnya, Gebiasta P.
Sang ibu, Gebiasta juga menjadi korban dalam Tragedi Kanjuruhan. Gebiasta P meninggal bersama dengan dua putrinya dalam Tragedi Kanjuruhan.
Beritajatim.com memantau langsung kondisi di area pemakaman umum tempat ketiga korban disemayamkan, Jumat (4/11/2022) siang ini. Posisi makam sang ibu berada persis di sebelah barat. Berdampingan. Berjejer dengan makam Natasya Debi Ramadani dan makam Naila Debi Anggraini.
Makam kedua korban Natasya dan Naila masih nampak terlihat basah. Di atas nisan masing-masing makam ada sebuah kendi kecil yang masih utuh.
“Sampai saat ini, masih ada yang berziarah dan mendoakan di makam kedua korban itu (makam Natasya dan Naila, red). Nggak tahu siapa yang datang itu,” ucap Kusno, pembantu juru kunci yang bertugas pembersihan makam.
Kusno mengatakan, ibu serta kedua anaknya itu dimakamkan secara bersamaan. Ketiganya dimakamkan pada tanggal 2 Oktober 2022 lalu.
“Mereka dimakamkan di sini, karena ibunya berasal dari Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Polres Malang terus memastikan kesiapan pelaksanaan autopsi ekshumasi korban Tragedi Kanjuruhan. Kamis (3/11/22) kembali menggelar rapat koordinasi (Rakor) kesiapan dengan Muspika Kecamatan Wajak.
Rakor pengamanan ini, untuk memastikan proses autopsi ekshumasi pada Sabtu (5/11/22) besok berjalan aman dan lancar.
Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan, ada dua fokus pengamanan saat pelaksanaan autopsi ekshumasi nanti. Pertama fokus memberi pelayanan bagi keluarga korban atau pemohon.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
“Kedua fokus memastikan tim dokter bisa melaksanakan tugasnya bersama penyidik Polda Jatim dengan aman dan lancar,” ungkap AKBP Putu Kholis Aryana.
Untuk pengamanan proses autopsi ekshumasi, Putu menegaskan telah menyiapkan 250 personel. Selain dari Polres Malang, juga melibatkan personel dari Polda Jatim, Kodim 0818 wilayah Malang-Batu, Satpol PP serta Linmas dan perangkat desa setempat.
Pengamanan nanti, lanjutnya seperti layaknya pengamanan kegiatan pada umumnya. Ada penjagaan dan pengaturan yang sudah tersusun. [yog/but]







