Sampang (beritajatim.com) – Jelang akhir tahun 2022, harga garam di Desa Disanah, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Jawa Timur melambung tinggi. Kondisi ini membuat petani sumringah namun sekaligus membuat khawatir.
Harga garam yang tinggi mendatangkan keuntungan bagi petani. Tetapi di sisi lain, muncul kekhawatiran terjadinya impor garam.
“Harga garam perkarung saat ini antara Rp180 ribu sampai Rp195 ribu, karena jika membeli garam langsung kepada petani hitungannya bukan per kilogram tetapi perkarung atau sak,” kata pemilik lahan garam, Ach Sukron Hafidi, Kamis (3/11/2022).
Sukron menceritakan, harga garam saat ini hampir sama dengan 2017 lalu yang juga mencapai Rp180 ribu per karung. Tahun berikutnya hingga 2021, harga garam anjlok.
“Alhamdulilah saat ini mulai kembali normal,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Sampang”]
Sukron berharap tingginya harga garam ini bisa bertahan lama sampai musim produksi selesai. Sebab, jika pemerintah sampai melakukan impor maka akan berpengaruh kepada harga garam.
“Mudah-mudahan pemerintah tidak mengimpor garam, agar harga di tingkat bawah stabil supaya petani sejahtera,” tegasnya.
Petani garam lainnya, Umar menjelaskan, harga garam saat ini sudah ada yang mencapai Rp200 ribu per karung. Dia menilai kondisi ini juga dipengaruhi cuaca yang tidak menentu.
“Mahalnya garam ini juga dipengaruhi oleh cuaca yang tidak menentu. Sebab, produksi garam rakyat minim yang tidak bisa memenuhi pasar, makanya mahal,” tandasnya. [sar/beq]







