Surabaya (beritajatim.com) – Jarang terjadi, seorang pencuri mengembalikan barang curian yang telah susah payah dia dapatkan. Tetapi itulah yang sebenarnya terjadi dalam kasus ini.
Dalam insiden aneh yang dilansir dari Indiatimes.com, seorang pencuri mengembalikan barang-barang berharga yang dicuri, termasuk perhiasan senilai 5 lakh rupee atau setara dengan Rp94.513.246 kepada korban, seorang penduduk Ghaziabad di Uttar Pradesh, India. Meskipun pelaku telah mencuri perhiasan senilai 20 lakh rupee (Rp378.164.800).
Peristiwa itu terjadi pada saat Diwali ketika keluarga itu mudik kampung halaman mereka pada 23 Oktober. Ketika kembali pada 27 Oktober, mereka menemukan rumahnya telah dirampok.
Setelah ini, Preeti Sirohi, pemilik rumah, memberi tahu polisi tentang perampokan tersebut. Berdasarkan pengaduan, sebuah kasus telah diajukan terhadap terdakwa berdasarkan IPC Pasal 380 (pencurian) dan (kejahatan yang menyebabkan kerusakan sejumlah 50 rupee) di kantor polisi Nandgram.
Pencurian itu juga dipublikasikan di media kemudian. Namun, dalam kejadian yang menarik, korban menerima kurir pada 31 Oktober dan terkejut menemukan perhiasan emas yang dicuri oleh terdakwa.
Harsh, putra Preeti, mengatakan bahwa pada 31 Oktober malam, mereka menerima seorang kurir yang menyebut nama pengirimnya sebagai Rajdeep Jewellers, Sarafa Bazar, Hapur. Ketika mereka membuka bungkusan itu, mereka menemukan sebuah kotak milik mereka. Kemudian mereka membukanya dan menemukan beberapa perhiasan senilai 5 lakh rupee yang dicuri.
Harsh, bagaimanapun, mengatakan bahwa mereka belum menerima perhiasan yang tersisa.
Saat memindai rekaman dari kamera CCTV yang dipasang di gerbang masyarakat, polisi menemukan seorang pemuda, berusia 20-an, keluar dari gerbang masyarakat dengan tas sekolah di bahunya. Selama penyelidikan, polisi menemukan tas itu milik putra Preeti.
Dalam rekaman itu, pemuda itu terlihat keluar dari masyarakat dengan berjalan kaki dan sendirian. Ketika polisi mengetahui tentang paket kurir, mereka memeriksa barang-barang tersebut. Mereka kemudian mengirim tim ke Hapur untuk penyelidikan, menurut Anshu Jain, petugas lingkaran-2.
Petugas lebih lanjut mengatakan bahwa ketika tim polisi mencapai Sarafa Bazar dan memeriksa detail toko Rajdeep Jewellers, seperti yang disebutkan pada kurir, mereka menemukan bahwa toko yang menyandang nama tersebut tidak ada.
Selain itu, nomor telepon yang disebutkan pada paket itu juga palsu. Polisi kemudian pergi ke perusahaan kurir dan memeriksa rekaman CCTV, di mana dua orang terlihat dan mereka adalah tersangka utama dalam kasus tersebut.
Perburuan terus dilakukan untuk melacak pelakunya, kata polisi. [adg/beq]






