Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) tengah mempersiapkan pematangan konsep dalam rangka pembukaan program studi baru. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala bagian Satuan Penjaminan Mutu (SPM) UM, Dr Imam Agus Basuki, M.Pd.
Dr Imam menerangkan, rencana akan ada 26 program studi (prodi) baru yang akan dibuka oleh UM. Prodi tersebut di antaranya D4 Animasi, D4 Perhotelan, S1 Pendidikan Dokter, S1 Kebidanan, S1 Farmasi, S1 Gizi, S1 Keperawatan, S1 Teknik Lingkungan, S1 Teknik Arsitektur, S1 Aktuaria, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Manajemen Pariwisata, S1 Bisnis Digital, S2 Pendidikan IPA, S2 Sains Psikologi, S2 Pendidikan IPS, S2 Kaligrafi dan Dekorasi, S2 Manajemen Pendidikan Bilingual, S2 Manajemen Pengelolaan Jurnal, S3 MIPA, S3 Teknik Elektro dan Informatika, S3 Teknik Mesin, S3 PAUD, S3 Pendidikan Sejarah, S3 Pendidikan Olahraga, dan S3 Pendidikan Bahasa Arab.
Dia menjelaskan SPM akan terus menyiapkan berbagai hal terkait dengan pembukaan program studi baru. “Mulai dari kajian, kebutuhan lapangan kerja yang tersedia agar program studi tersebut memiliki peminat meningkat tiap tahunnya. Kami juga menyiapkan tim kecil yang beranggotakan 5 orang pada setiap program studi yang digagas,” jelasnya pada beritajatim.com Rabu (02/10/2022).
Dr Imam Agus memaparkan tujuan dari tim kecil itu dalam rangka persiapan naskah untuk pembukaan program studi baru. Terkait mekanisme pembentukan akan melewati beberapa tahap panjang dan ketat.
“Prodi yang akan dibuka oleh UM kami harapkan bisa mencetak lulusan yang punya kompetensi unggul pada setiap bidang yang dipelajari. Sehingga, lulusan dari program studi yang akan dibuka oleh UM mampu direkrut perusahaan atau penyedia lowongan pekerjaan dengan jumlah besar dan sesuai bidang ilmu yang dipelajari,” jelasnya menambahkan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”um”]
Untuk menindaklanjuti kesiapan UM, kata kepala SPM, akan diadakan rapat terbatas di Gedung Rektorat lantai 8 pada ruang sidang Rektor. Rapat tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 4, pihak SPM, para Dekan di FMIPA, dan para Dekan dari FIK yang membahas program studi menyangkut bidang kesehatan.
“Bidang kesehatan dianggap lebih urgen akibat terjadinya pandemi Covid-19. Sedangkan, program studi bidang lain akan ditindaklanjuti pada rapat selanjutnya. Selain itu, penyiapan sarana dan prasarana serta rekrutmen dosen baru dengan keahlian yang unggul agar saat program studi benar-benar terbentuk maka akan mencetak lulusan yang unggul pula, ” jelasnya menutup. [dan/but]






