Ponorogo (beritajatim.com) – Evakuasi penurunan mobil warna hitam yang tersesat di puncak Gunung Gombak masuk Desa Nglarangan Kecamatan Kauman Ponorogo menjadi tontonan warga.
Ratusan warga rela naik ke puncak untuk melihat proses evakuasi mobil Suzuki APV yang tersesat di area Makam Tumenggung Brotonegoro tersebut.
“Kita bersama TNI dan para relawan berusaha melakukan evakuasi penurunan mobil yang tersesat di Gunung Gombak Desa Nglarangan,” kata Kapolsek Somoroto Kompol Beny Hartono, Selasa (1/11/2022).
Evakuasi penurunan mobil milik Acip Utomo, warga Desa Ngumpul Kecamatan Balong itu, dengan cara membuatkan lahan untuk putar balik. Informasi yang dihimpun beritajatim.com, usai membuat lahan untuk putar balik, mobil 4×4 milik relawan juga dinaikan untuk menderek atau menarik mobil dari belakang.
“Diderek dari belakang untuk bisa putar balik,” katanya.
Beny menegaskan bahwa tersesatnya mobil hingga puncak gunung Gombak dan di area makam Makam Tumenggung Brotonegoro bukan karena hal-hal yang berbau mistis. Dia menyebut pengemudi tersesat karena memang belum pernah melewati jalan tersebut.
Ada pengalihan arus, karena ada perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Kauman. Sehingga perlu jalan alternatif untuk menuju Desa Ngrandu yang menjadi tujuan dari pengemudi.
“Sopir belum tahu medan yang akan dituju. Saat tanya warga, harusnya masih lurus, namun mahak belok hingga menuju puncak Gunung Gombak,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, wrga Desa Nglarangan Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo, pada hari Senin (31/10) sore kemarin digegerkan dengan adanya sebuah mobil berwarna hitam yang berada di puncak gunung Gombak yang berada di desa setempat. Mobil Suzuki APV dengan nomor polisi M 1693 AT itu ternyata tersesat di gunung tersebut.
“Benar kemarin memang ada mobil berwarna hitam yang tersesat berada di puncak gunung Gombak Desa Nglarangan,” kata Kepala Desa Nglarangan, Parwan saat dihubungi beritajatim.com.
Parwan menceritakan bahwa mobil tersebut milik Acip Utomo, warga Desa Desa Ngumpul Kecamatan Balong Ponorogo. Yang bersangkutan merupakan penjual degan kelapa keliling.
Dia tersesat sampai puncak gunung Gombak itu, karena salah jalur jalan yang digunakan untuk menuju tujuannya di Desa Ngrandu Kecamatan Kauman.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Ponorogo”]
“Mobil berjalan dari arah simpang Dengok ingin ke Desa Ngrandu. Namun, ada penutupan jalan di Desa Dengok dan Desa Bringin. Nah, Ia kemudian bertanya jalan alternatif kepada warga,” katanya.
Petunjuk dari warga sebenarnya benar, ada jalan alternatif untuk menuju Desa Ngrandu. Namun, pemilik mobil salah beloknya. Harusnya masih lurus, namun yang bersangkutan sudah belok, sehingga menyebabkan dirinya menuju jalan ke gunung Gombak.
Di sana memang ada akses jalan paving, karena di puncak ada makam Tumenggung Brotonegoro, salah satu Bupati Polorejo.
“Jadi bukan disesatkan Google Maps, tanya ke warga, namun harusnya lurus, yang bersangkutan belok hingga menuju atas gunung Gombak,” katanya.
Dirasa salah jalan, pemilik mobil yang kemarin itu sudah mulai gelap, dirinya jalan kaki turun ke bawah dan menceritakan ke warga. Sehingga oleh warga, pemilik mobil diantarkan ke rumahnya yang di Desa Ngumpul dan mobil dibiarkan diatas gunung.
“Jalan ke puncak sempit cuma bisa satu mobil saja, sehingga evakuasi mobil dilakukan hari ini,” pungkasnya. [end/beq]







