Bojonegoro (beritajatim.com) – Mengenang 100 hari meninggalnya sastrawan jawa dan juga penulis Djajus Pete, Komunitas Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro (PSJB) meluncurkan sebuah buku antologi bertajuk “Lelakon Djajus Pete Ing Antarane Para Kanca” pada Minggu (30/10/2022).
Selain peluncuran buku, kegiatan yang digelar di kediaman pegiat sastra jawa JFX Hoerry, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro itu kemudian dilanjutkan diskusi dan bedah buku.
Salah satu pendiri PSJB, JFX Hoery mengatakan, peluncuran buku antologi itu dihelat guna mengenang kiprah almarhum dalam dunia sastra. Kegiatan dilakukan bertepatan peringatan 100 hari meninggalnya seniman sastra jawa yang beraliran surealis tersebut.
“Buku ini isinya karya Pak Djajus, yaitu cerita cekak (pendek), geguritan, dan berbagai tanggapan dari 36 penulis mengenai Pak Djajus yang dipersembahkan oleh PSJB sebagai penghargaan atas pengabdian beliau dalam sastra jawa semasa hidup,” katanya.
Buku berjudul Lelakon tersebut tidak ada satu tema tunggal. Buku setebal 200 halaman itu berisi karya Djajus Pete, berupa cerita cekak, geguritan, dan bermacam esai maupun karya sastra pandangan para sahabat terhadap almarhum dalam kenangan mereka.
“Lelakon yang menjadi judul buku ini sebetulnya diambil dari salah guritnya Pak Djajus yang memang judulnya ‘Lelakon’ itu,” ujar salah seorang penulis Dr Tito Setio Budi dari Sragen saat bedah buku.
Tito mengaku telah membuat esai tentang kiprah Djajus Pete sejak mengawali karirnya sebagai penulis sampai akhirnya memunculkan karya-karya tulis almarhum, tiga bulan sebelum sang sastrawan wafat. Ia mengaku juga membuat resensi buku antologi tulisan sahabat mendiang. “Sebetulnya secara simbolis ‘Lelakon’ ini kan juga bermakna filosofi perjalanan hidup Pak Djajus Pete,” tutupnya
Sekadar diketahui, kegiatan yang dirangkai dengan bedah buku tersebut dihadiri oleh para penulis sastra jawa berasal dari berbagai paguyuban, pegiat sastra dari penjuru pulau Jawa. Diantaranya Dr Tito Setio Budi dari Sragen, Dr Rahmat Joko Prakoso dari PPSJS (Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya), pengarang dari Sanggar Triwida Trenggalek, ST Sri M Yani.
Kemudian penulis cerita pendek sekaligus akademisi Dr M Shoim Anwar dari Unipa (Universitas PGRI Adi Buana) Surabaya, peneliti sastra dari Balai Bahasa Yogyakarta, Dhanu Priyo Prabowo, Penyuluh dari Balai Bahasa Jawa Timur, Yulitin Sungkowati.
Serta puluhan penulis dan sastra Jawa antara lain Gampang Prawoto, Agus Sigro Budiono, Nono Warnono, dan Yusuf Susilo Hartono, pendiri PSJB yang hadir secara virtual, serta Ucik Fuadiyah, sastrawan dan pangajar dari Unnes (Universitas Negeri Semarang). [lus/kun]







