Surabaya (beritajatim.com) – Seolah sudah menjadi temannya. Itulah yang sepintas tergambar dari gadis bernama Gabriela Grace Natalie, seorang siswa kelas XI SMAN 15, Kota Surabaya, ketika memainkan alat musik biola.
Sejak kecil, Grace memang sudah bergelut dengan alat-alat musik, seperti biola, gitar bass, dan piano. Saat itu, Grace baru berusia sekitar 5 tahun. Dan wajar saja jika kala itu dirinya tak begitu fasih memainkannya.
Namun, kini Grace bukan lagi seorang bocah kecil yang hanya ‘ngalor-ngidul’ ketika memainkan musik. Kini, Grace menjelma menjadi seorang pemain biola handal. Bahkan, kiprahnya sudah menembus kancah internasional.
“Saya pernah ikut grup Melbourne Symphoni Orcresta. Saat itu acaranya di Jogja,” ujar Grace, Minggu (30/10/2022).
Selain itu, Grace juga sempat mengguncang Istana Negara dan Forum KTT G-20 di Bali. Tak ketinggalan juga, pada perayaan Hari Kemerdekaan RI tahun 2018, dirinya juga diundang untuk tampil di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”surabaya”]
Tak mudah bagi Grace untuk menjadi sosok seperti saat ini. Sempat menekuni bass dan piano, namun Grace, sekarang sudah menjatuhkan hatinya kepada biola. Bahkan, kini dia menjadi personel grup orkestra Gita Bahana Nusantara (GBN) yang dipimpin Purwa Caraka.
Capaian ini, tentunya tak mudah didapatkan oleh Grace. Dirinya juga sempat terpuruk untuk belajar biola. Grace mengaku, prestasi yang ia nikmati saat ini tak lepas dari sosok mentor almarhum Heru Suyono.
Grace mengaku sempat patah semangat sepeninggalan Heru Suyono. Tapi Sang Ayah, Joseph Hendri Pranowo akhirnya mencarikan mentor pengganti. Yah, meski di masa itu, Grace harus bergonta-ganti mentor. Grace sempat dimentori oleh Agustinus Fengki. Yani Soentiono, lalu Heru Prasetyo. Dan saat ini Grace ditangani Kevin Atmaja.
“Dulu kalau latihan itu lucu, sambil tiduran. Gurunya itu sampai mau nyerah karena beberapa bulan tidak ada progres sama sekali. Pasca kehilangan gurunya itu, dia sempat nggak latihan, tapi bisa bangkit dan latihan lagi, tiba-tiba langsung bisa sampai sekarang,” ungkap Joseph.

Grace sendiri, merupakan gadis kelahiran 21 Desember 2005. Di usianya yang terbilang sangat muda ini, membuat kedua orangtuanya bangga. Joseph mengaku, jika dirinya mendukung penuh apa yang dipilih dan dilakukan oleh putrinya tersebut.
Ia hanya berpesan kepada Grace, bahwa apapun yang menjadi pilihan harus berani total melakoninya. “Saya ngajari itu memang totalitas. Jadi bisamu apa itu harus total. Jadi, tiga anak saya ini semua di bidang musik, kakaknya pertama itu vocalis, terus Grace ini biola, dan adiknya mau meraba-raba ke bass,” tandasnya.
Kiprah Grace sebagai pemain biola kian cemerlang. Selain mengguncang Istana dan forum KTT G-20 Bali, pekan lalu, Grace juga diminta untuk menjadi bagian dari grup Melburne Symphoni Orcestra di Jogja, dan tahun 2017 berkolaborasi dengan grup asal Jepang Orchip Orchestra. (ipl/ted)






