Malang (beritajatim.com) – Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra (BSI-FS) Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan pelatihan penelitian dan penulisan cerita rakyat. Acara tersebut berlangsung di GKB A20 lantai 2 pada Kamis (28/10/2022) dengan dihadiri sekitar 80 mahasiswa.
Kepala Departemen bahasa Indonesia fakultas sastra (FS) Universitas Negeri Malang (UM) yang diwakili oleh koordinator program studi pascasarjana pendidikan Bahasa Indonesia, Dr Yuni Pratiwi, M.Pd menjelaskan bahwa cerita rakyat merupakan kekayaan yang luar biasa dari bangsa Indonesia.
“Cerita rakya yang dimiliki Bangsa Indonesia yang bisa diolah menjadi berbagai produk, baik karya cetak, animasi, seni pertunjukan berbasis sastra, yang semua menjadi bagian dari sastra pariwisata,” terang Dr Yuni Pratiwi ketika sambutan.
Cerita rakyat menjadi komoditas yang luar biasa, lanjutnya. Sehingga dengan itu, cerita rakyat perlu dirawat, dikembangkan, dilestarikan yang tidak hanya bernilai dari segi budaya tetapi juga bernilai dari segi ekonomis.
“Dinamisatornya masyarakat kampus. Betapa kayanya Indonesia, betapa hebatnya Indonesia kekayaan budaya yang terdokumentasikan dan siap dikembangkan. Menjadi bagian dari khazanah pengetahuan yang penuh khidmah, terkait dengan cerita rakyat,” imbuh koordinator program studi pascasarjana pendidikan Bahasa Indonesia tersebut.
[berita-terkait number=”4″ tag=”um”]
Acara kemudian berlanjut pada sisi pemaparan materi yang dimoderatori oleh Dr. Azizatuz Zahro, M.Pd. Pemateri inti dalam pelatihan ini yaitu Yulitin Sungkowati, M.Hum dari Balai Bahasa Jawa Timur (Jatim) menjelaskan soal penelitian cerita rakyat di Jawa Timur sangat kaya, sehingga harus bisa dimanfaatkan secara baik.
“Jika bisa bagi yang minat melakukan penelitian dilakukan dengan pembagian corak budaya di Jawa Timur, budaya Pendalungan, budaya Madura pulau, budaya Arek, budaya Ponoragan, budaya tengger, dan semacamnya,” terangnya ketika menerangkan materi.
Lebih lanjut dia memandang bahwa cerita rakyat bukan hanya berkontribusi positif pada ekologi. “Misalnya ada cerita tentang larangan, itu biasanya akan berdampak pada tatanan ekologis di lingkungan sekitar jika dilanggar,” jelasnya memberi pesan pada peserta. [dan/but]






