Surabaya (beritajatim.com) – Bantuan kemanusian mulai mengalir untuk korban bencana alam angin puting beliung di Dusun Montok, Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Salah satunya datang dari relawan Santri Dukung Ganjar (SDG). Mereka telah bergerak ke beberapa lokasi bencana dan mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak.
“Secara cepat kami turun langsung ke lokasi bencana dengan mendistribusikan bantuan berupa bahan makanan, serta tenda pengungsian,” kata Korwil SDG Jawa Timur, Hurriyahi, Kamis (27/10/2022).
Hurriyahi menyatakan, relawan SDG Jatim juga membuat posko bantuan tanggap bencana. Semua pihak diajak bahu membahu membantu warga. Posko tanggap bencana pun telah siap untuk mendistribusikan bantuan.
“Kami sangat prihatin dimana banyak warga yang terdampak. Semoga saja apa yang kami lakukan bisa membantu beban yang dialami masyarakat,” ujarnya.
Hurriyahi menuturkan, aksi kemanusian itu bertujuan meringankan ujian yang dihadapi masyarakat terdampak, serta merupakan aksi solidaritas sebagai implementasi persatuan umat.
Hurriyahi menambahkan, Ganjar Pranowo pun telah memberikan teladan untuk cepat dan tanggap dalam melakukan kebaikan kepada masyarakat, terlebih orang yang tertimpa musibah.
Bantuan secara simbolis diberikan tim relawan SDG Jawa Timur kepada Kepala Desa Candibinangun.
Sekadar diketahui, ratusan rumah warga di Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan rusak akibat dihantam angin puting beliung, Selasa (25/10/2022) sore.
Total tak kurang dari 104 rumah warga yang mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan sampai berat.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Surabaya”]
Kepala Pelaksana BPBD, Ridwan Harris mengatakan, dari 104 rumah warga yang rusak, 13 di antaranya rusak berat, yakni genteng dan plafon ambrol dan tembok rumah jebol. Sedangkan sisanya ada yang rusak ringan.
“Paling parah 13 rumah warga. Rusaknya itu seperti genteng dan plafon yang ambrol dan tembok jebol. Kalau sisanya ada yang rusak ringan,” kata Haris.
Dijelaskannya, peristiwa angin puting beliung ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang selama beberapa jam. Hal tersebut juga sesuai dengan prakiraan BMKG yang juga telah merilis waspada potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur untuk periode Tanggal 24-30 Oktober 2022.
“Penyebabnya ya karena intensitas hujan yang sangat tinggi plus angin kencang selama dua jam lebih. BMKG juga telah merilis waspada potensi cuaca ekstrem di wilayah Jatim untuk periode 24-30 Oktober 2022,” jelasnya.
Pasca kejadian, BPBD dengan dibantu para relawan, TNI, Polri dan warga bahu membahu melakukan kerja bakti untuk membersihkan material sisa hantaman puting beliung.
Kata Harris, kerja bakti dilakukan dengan cepat hingga semua material bersih dari sekitaran rumah warga.
“Kami sudah melakukan kaji cepat ke lokasi kejadian bencana. Dan kami sangat bersyukur karena proses pembersihan material cepat selesai karena semuanya bahu membahu,” ucapnya.
Lebih lanjut Harris menegaskan bahwa angin puting beliung yang terjadi Selasa (25/10/2022) sore kemarin juga menyebabkan dua pohon tumbang di Desa Sungi Kulon, Kecamatan Pohjentrek dan Desa Coban Blimbing, Kecamatan Wonorejo.
“Ada juga dua pohon tumbang di Desa Sungi dan Desa Cobanblimbing. Saking kencangnya angin, tapi untungnya tidak menimpa rumah, kendaraan atau orang yang sedang melintas,” tegasnya. [tok/beq]






