Surabaya (beritajatim.com) – Komisi A DPRD Surabaya tidak terlihat melakukan rapat koordinasi pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2023 dengan OPD yang menjadi mitranya. Padahal, pembahasan RAPDB 2023 sudah dilakukan di setiap komisi DPRD Surabaya.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna, saat dikonfirmasi mengaku masih mengatur jadwal pembahasan. Dia mengaku perlu berkoordinasi dulu dengan anggota Komisi A yang lain.
“Saya harus koordinasi dulu dengan anggota Komisi A. Kita akan bahas, tapi waktunya belum bisa saya bicarakan sekarang. Saya akan mengatur jadwalnya. Memastikan para anggota punya waktu selonya kapan,” kata Ayu di DPRD Surabaya, Rabu (26/10/2022).
Ayu kembali mengatakan, alasan belum dibahasnya RAPBD 2023 di Komisi A karena beberapa anggota menunggu dia selesai mengikuti bimtek partai. Sementara pelaksanaan bimtek berdekatan dengan selesainya masa reses.
“Saya belum mengetahui kapan pembahasan tersebut dimulai di komisi. Kemudian ada beberapa anggota komisi A yang tidak mau melakukan pembahasan karena menunggu ketua komisi selesai dari bimtek,” katanya.
Ayu mengatakan hal ini berkaitan dengan pengesahan pembahasan nantinya. “Kalau hasil pembahasan bisa ditangani oleh kurang dari setengah jumlah anggota ya nggak apa-apa. Tapi kalau sahnya harus lebih dari separuh kan, itu berarti tidak mungkin dipaksakan,” ujarnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Surabaya”]
Disinggung soal target pengesahan APBD 2023 pada tanggal 10 November 2022, legislator Fraksi Golkar itu mengatakan, jika mengikuti aturan pengesahan tidak harus pada 10 November. Pengesahan bisa dilakukan paling lambat Desember.
“Tapi kalau memang ingin 10 November ya akan kita usahakan. Yang penting satu, Pemkot harus bersinergi dengan Komisi A,” tegasnya.
Ayu menyinggung soal usulan anggaran oleh Komisi A yang hilang dalam RAPBD 2023.
“Dalam usulan pengajuan anggaran, kalau tidak disetujui harusnya disampaikan secara terbuka dalam forum rapat. Tapi yang terjadi kemarin itu, tidak disampaikan terbuka dalam floor. Tapi tahu-tahu hilang usulan anggaran tersebut. Ini yang membuat anggota Komisi A kecewa,” terangnya.
Ayu mengatakan, pihaknya awalnya beranggapan usulan anggaran itu sudah clear. Karena tidak ada sanggahan dari komisi lain. “Tapi kenyataanya dicoret. Saya tidak tahu ada kejadian seperti ini. Karena saat itu sedang sakit flu berat,” pungkasnya. [asg/beq]






