Surabaya (beritajatim.com) – Saat musim hujan, suara petir terkadang terdengar di telinga. Suara tersebut bisa datang tiba-tiba tanpa disadari.
Lalu, apa yang bisa dilakukan ketika mendengar suara petir? Dalam kondisi seperti ini, ada doa yang bisa dipanjatkan agar terhindar dari hal yang tak diinginkan.
Melansir dari laman NU Online, berikut doa ketika mendengar petir lengkap dengan tulisa Arab, latin dan artinya.
اَلًلهُمَ لا تقتلنا بغضبك ولا تهلكنا بعذابك وعافنا قبل ذلك
Allahumma la taqtulna bighadhabika wala tuhlikna bi’adzabika wa ‘afina qabla dzalika.
Artinya : Ya Allah, janganlah kau bunuh diriku dengan kemarahan-Mu, dan janganlah kau rusak diriku dengan siksa-Mu, dan maafkanlah aku sebelum semua itu.”
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
Hadis Terkait Petir
Ibnu Taimiyyah mengatakan, ”Dalam hadits marfu’ pada riwayat At Tirmidzi dan selainnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang petir, dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
”Petir adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah.”
Begitu pun ketika Ali ditanya, sebagaimana dikatakan Al Khoroithi dalam Makarimil Akhlaq. Beliau radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Petir adalah malaikat, dan suaranya itu adalah pengoyak di tangannya.” Dan dalam riwayat lain dari Ali juga,” Suaranya itu adalah pengoyak dari besi di tangannya.”
Kemudian Ibnu Taimiyyah mengatakan lagi, “Ar ro’du adalah mashdar (kata kerja yang dibendakan) berasal dari kata ro’ada, yar’udu, ro’dan (yang berarti gemuruh). Dan karena ada gerakan, pastilah menimbulkan suara. Dalam kasus petir, malaikat adalah yang menggerakkan awan, lalu memindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya. Setiap gerakan di alam ini, baik yang di atas langit maupun di bawah, berasal dari malaikat. Suara manusia dihasilkan dari gerakan bibir, lisan, gigi, lidah, dan dan tenggorokan. Dari situ, manusia bisa bertasbih kepada Rabbnya, bisa mengajak kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Oleh karena itu, guntur adalah suara yang membentak awan. Dan kilat adalah kilauan air atau kilauan cahaya.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah, 24/263-264)
(nap)

as a preferred source on Google




