Surabaya (beritajatim.com) – Direktur pascasarjana Se-Indonesia yang tergabung dalam Perkumpulan Pimpinan Pascasarjana (Perpimpas) Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Nasional Indonesia (LPTKNI) berkumpul di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk membahas tata kelola hingga penguatan kerjasama antar program studi (prodi).
Direktur Pascasarjana Unesa Prof Dr Wasis MSi mengungkapkan, kegiatan perkumpulan pimpinan pascasarjana LPTKNI tahun 2022 ini diikuti oleh 12 perguruan tinggi kependidikan dengan total peserta 244 peserta. Terdiri atas direktur, wakil direktur, dan para kaprodi.
“Delegasi terbanyak adalah dari Universitas Negeri Semarang, dengan jumlah 35 orang. Tema yang diusung pertemuan kali ini adalah penguatan tata kelola Pascasarjana LPTKNI dalam menghasilkan lulusan multiinter dan transdisiplin,” ujarnya di gedung CPD Pascasarjana Unesa lantai 9, Kampus Lidah Kulon Surabaya, Jumat (21/10/2022) malam.
Wasis mengatakan, ada tiga isu utama yang akan didiskusikan pada kesempatan ini. Pertama adalah penguatan tata kelola Pascasarjana LPTKNI, karena pengelolaan prodi Pascasarjana di 12 perguruan tinggi kependidikan negeri ini masih berbeda-beda, sehingga perlu berbagi pengalaman dan didiskusikan dalam forum ini
“Kemudian kedua adalah pengembangan prodi multidisiplin yang potensial dan marketable. Selanjutnya yang ketiga yaitu penguatan kerjasama antar prodi. Secara umum, sebenarnya sudah disepakati MoU antar Pascasarjana tetapi implementasinya dalam bentuk program nyata perlu dimasifkan,” ucapnya.
“Oleh karena itu, di akhir pertemuan Perpimpas ini diharapkan setiap prodi menyepakati sekurang-kurangnya lima implementation a grement yang akan dikerjasamakan dengan prodi sejenis pada tahun 2023,” lanjut Wasis.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unesa”]
Sementara itu, Ketua Perpimpas LPTKNI Prof Dr I Gusti Putu Suharta MSi menjelaskan, Perpimpas LPTKNI ini awalnya bernama Forpimpas, dan kegiatan ini sebetulnya direncanakan secara luring tiga tahun lalu, namun karena situasi Covid-19 maka kali ini baru bisa dilaksanakan secara luring.
“Tahun 2020 kita rancang di Bali, sampai beberapa kali mere-schedule karena Covid-19. Akhirnya di 2021, kita bisa laksanakan secara daring. Syukur sekali malam ini tanggal 21 sampai 23, kita bisa laksanakan secara daring. Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan kita bahwa melalui diskusi ini kita bisa melahirkan ide-ide yang bisa bermanfaat bagi bangsa kita,” ujarnya.

Gusti menyampaikan, tema yang diangkat kali ini sesuai dengan isu kekinian, karena berkaitan dengan tata kelola. Kata dia, Forpimpas tahun 2021 yang dilaksanakan di Undiksa telah melahirkan 10 rekomendasi, dan itu sudah ditindaklanjuti Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.
“Ada beberapa hal yang sangat penting, pertama adalah kemudahan dalam membuka prodi-prodi yang tidak ada dalam nomenklatur, tapi tadi saya sampaikan, pak direktur (Unesa) menyambut luar biasa,” ucapnya.
Gusti menerangkan, bahwa pihaknya sejak tahun lalu ingin adanya kesamaan tata kelola Pascasarjana yang baik, dan diharapkan oleh pemerintah. Namun, hingga saat ini masih terjadi variasi. Misalnya seperti di sejumlah Pascasarjana, dimana ada prodi-prodi yang dikelola di bawah fakultas. Ada juga yang semuanya di bawah Pascasarjana.
“Ada bagusnya variasi, tapi kadang kala juga perlu pemikiran -pemikiran bagaimana yang terbaik. Mudah-mudahan dalam kesempatan ini, paling tidak ada keseragaman pandangan, sehingga ini bisa memberikan hal yang lebih kontributif,” ujarnya. (ipl/ted)






